Indonesia tekankan pentingnya kerjasama EU CEPA

Indonesia tekankan pentingnya kerjasama EU CEPA

Investasi EU Indonesia Ketua APINDO Sofyan Wanandi (kiri) bertukar kartu nama dengan Direktur Operasional 'External Action Service' Uni Eropa David O'Sullivan (kanan) usai memberi keterangan pers di Jakarta, Senin (27/2). Tokoh bisnis Indonesia dan Uni Eropa (UE) melakukan pertemuan membahas hubungan dagang dan investasi khususnya untuk dimulainya negosiasi tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi yang Komprehensif (CEPA) di antara kedua pihak. Pertemuan tersebut berfokus pada cara memperkuat masyarakat kelas menegah di Indonesia, mendukung pembangunan ekonomi dan menyediakan lebih banyak lapangan kerja yang bermutu. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luksemburg, dan EU Yuri O. Thamrin menekankan pentingnya perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan EU atau Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) dalam persaingan dagang di pasar Eropa.

"Ini penting buat kita, karena pesaing-pesaing kita sudah punya. Singapura sudah punya, Vietnam sudah punya, oleh karena itu barang-barang dari kedua negara yang sudah punya CEPA itu akan bebas tarif," kata Yuri dalam kuliah umum di Universitas BINUS, Jakarta, Rabu.

Tanpa perjanjian tersebut, menurut dia, Indonesia akan sulit bersaing dengan negara-negara lain di pasar Eropa. Selain itu, iklim investasi juga akan terpengaruh dengan ada atau tidaknya perjanjian itu.

"Tanpa CEPA, kemungkinan para perusahaan besar itu mencari lahan yang separable, negara-negara yang sudah memiliki CEPA. Oleh karena itu, like it or not, we have to have CEPA," tambah Yuri.

Yuri juga menyebut bahwa I-EU CEPA adalah traktat yang sangat ambisius, sehingga Indonesia harus berhati-hati dalam perundingan untuk mencapai kesepakatan. Harapannya, Indonesia akan memiliki CEPA yang baik, berimbang, dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Percaya sama saya bahwa perunding CEPA kita itu tim yang sangat profesional. Saya perhatikan mereka memang kredibel dan kapabel untuk melakukan tugas ini," imbuh dia.

Mengenai tujuan yang ingin dicapai dari I-EU CEPA, Yuri menyatakan empat poin, yaitu mendorong ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, memfasilitasi perdagangan, serta menciptakan kesempatan baru untuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perundingan I-EU CEPA dimulai di Brussel, Belgia, pada September 2016. Setelah tiga tahun, perundingan itu kini memasuki putaran ke delapan. Yuri mengaku bahwa dirinya pun datang ke Jakarta dengan tujuan untuk menghadiri perundingan tersebut.
Baca juga: Indonesia-EU CEPA berpotensi tingkatkan pasar industri tekstil
Baca juga: Kemitraan Indonesia-EU CEPA peluang tarik industri komponen Eropa
Baca juga: Pengaruh referendum Inggris kecil terhadap kemitraan Indonesia-EU CEPA

Pewarta: Suwanti
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diskriminasi sawit Indonesia, Airlangga ingatkan Eropa soal Airbus

Komentar