counter

Warga Inggris Raya terpukau melihat Tari Mandau khas Dayak Kalteng

Warga Inggris Raya terpukau melihat Tari Mandau khas Dayak Kalteng

Salah satu warga Inggris Raya London Chloe Amoo (kiri). (FOTO ANTARA/Anwar S Pandiangan))

Palangka Raya (ANTARA) - Salah satu warga Inggris Raya, London Chloe Amoo mengaku terpukau dan terkesima ketika melihat budaya dan tarian khas Dayak pada Karnaval Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2019 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan diikuti dari 13 kabupaten dan satu kota di daerah itu.

"Pertunjukan ini sangat luar biasa, dan kami sangat-sangat menikmatinya terutama pada tari-tarian khas Dayak," kata Chloe usai menyaksikan Karnaval FBIM dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah yang ke-62 tahun di Palangka Raya, Rabu.

Ia juga berjanji akan mempromosikan potensi seni dan budaya suku Dayak yang ada di Provinsi Kalteng ini kepada khalayak luas di Inggris Raya.

Baca juga: Melestarikan tradisi malamang di Kalteng melalui festival budaya

Chloe Amoo juga mengatakan, bahwa kegiatan Karnaval FBIM 2019 ini sangat luar biasa dan teroganisir secara profesional, sehingga kegiatan tersebut berlangsung meriah dan lancar.

"Saya suka sekali dengan Tari Mandau ini. Saya harap tarian khas Dayak ini bisa dibawa ke World Travel Market (WTM) London," kata Chloe

Pihaknya juga dibuat kagum dan terkesima ketika melihat atraksi Tari Mandau hingga aksi tarian kaki diatas kepala.

Baca juga: Kalteng gelar festival budaya Dayak Borneo

Selain itu, Chloe Amoo menyempatkan diri berkunjung ke taman budaya sanggar seni dan budaya di kawasan Jalan Temanggung Tilung dan sempat menyaksikan sejumlah tarian perang suku Dayak yang di pertontonkan satu persatu.

Ia juga berharap pemerintah bisa lebih serius memerhatikan peninggalan sejarah dan seni budayanya yang ada di Kalteng ini.

"Sebab potensi seni budaya akan sangat mendongkrak kunjungan wisatawan dari benua eropa. Sehingga, turis eropa bukan hanya suka dan tertarik dengan pantainya saja, melainkan keunikan dan kekhasan dari budaya Dayak itu sendiri," kata Chloe Amoo yang bekerja di Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) itu.

Dia mengakui, bahwa sejumlah turis juga ada yang sangat menyukai dengan seni budaya Indonesia yang beragam-ragam jenisnya. Kalau mereka diajak terlibat aktif, pasti sangat membantu kunjungan turis ke Provinsi Kalteng.
Baca juga: Kalteng gelar 167 kegiatan wisata dan budaya selama 2019

Pewarta: Kasriadi/Anwar S Pandiangan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar