counter

Cara mengelola anggaran untuk melangsungkan pernikahan

Cara mengelola anggaran untuk melangsungkan pernikahan

Ilustrasi - Model mengenakan pakaian nikah adat Betawi (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus/Koz/hp/LD/09)

Jakarta (ANTARA) - Pernikahan adalah momen dalam kehidupan yang dianggap sakral, sehingga masih banyak calon pengantin yang memilih melangsungkannya menggunakan adat tradisional.

Terlepas dari adat yang akan digunakan, calon pengantin perlu memperhatikan beberapa hal agar prosesi pernikahan berlangsung lancar dan sesuai anggaran. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Berikut ini tip yang diberikan pemilik "Fabrin House of Betawi", Decy Widhiyati dan Managing Director Parakrama Organizer, Tommy Yoewanto dalam mengelola budget untuk pernikahan.

1. Lakukan survei vendor-vendor

Menurut Decy Widhiyati, di Balai Kartika, Jakarta, Rabu, tip pertama ialah melakukan survei antar-vendor untuk membandingkan harga, agar keinginan dari pasangan dapat sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

Cara mudah melakukan langkah ini adalah dengan mengikuti pameran pernikahan karena pilihan yang diberikan sangat beragam.

2. ‎Rencanakan dan tentukan tempat pernikahan

Selanjutnya adalah merencanakan dan menentukan di mana tempat acara pernikahan akan digelar, minimal enam bulan sebelumnya.

Menurut Tommy Yoewanto, penentuan tempat merupakan hal paling utama dalam perencanaan biaya.

"Jika sudah jelas mau di mana, nanti hal-hal lain seperti dekorasi hingga katering sudah bisa terbayangkan oleh calon mempelai," kata dia.

3. ‎Paket all-in, praktis dan hemat

Cara lain yang cukup mudah dan direkomendasikan Decy dan Tommy ialah dengan menggunakan paket pernikahan all-in yang mencakup hal-hal penting secara langsung oleh wedding organizer atau vendor.

Mereka berpendapat, bantuan dari organizer maupun vendor yang melayani paket all-in ini merupakan solusi yang praktis dan hemat.

"Karena mereka sudah mencakup dekorasi, katering, riasan, hingga acara adatnya," terang Decy.

Baca juga: Cincin nikah 'custom' jadi favorit calon pengantin masa kini

Baca juga: Pernikahan tradisional masih diminati generasi milenial

 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pascabencana, 14 kasus pernikahan dini di kamp pengungsian Pasigala

Komentar