counter

Presiden: Seluruh tanah Gresik bersertifikat 2024, nasional 2025

Presiden: Seluruh tanah Gresik bersertifikat 2024, nasional 2025

Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada warga yang menerima sertifikat saat penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019). Pada kegiatan tersebut Presiden Joko Widodo menyerahkan 3.200 sertifikat tanah kepada warga. ANTARA FOTO/Iwan/Zk/pd/pri

Sekarang, menteri kalau kerja itu pakai target
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyebutkan seluruh tanah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akan bersertifikat pada 2024 dan seluruh Indonesia pada 2025.

"Tadi sudah dijanjikan Pak Menteri Badan Pertanahan Nasional, Gresik 2024 semuanya selesai. Pak Menteri yang janji, saya dan bapak, ibu tinggal menagih janjinya. Sekarang, menteri kalau kerja itu pakai target," kata Presiden Joko Widodo di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis.

Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat hak atas tanah bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Gresik dengan keseluruhan mencapai 3.200 sertifikat. Penyerahan berlangsung di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik.

Di Gresik sendiri, diperkirakan terdapat kurang lebih 775.514 bidang tanah. Dari jumlah tersebut sebanyak 341.606 sudah terdaftar dan memiliki sertifikat.

Untuk ratusan ribu bidang tanah yang belum bersertifikat di Gresik, pemerintah menargetkan pada tahun 2024 kelak seluruh bidang tanah tersebut telah memiliki sertifikat.

Sementara untuk bidang tanah di seluruh Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya memiliki target untuk menjadikan seluruh rakyat Indonesia memiliki tanda bukti hukum dan kepemilikan atas tanah atau lahan masing-masing.

"Target kita 2025 seluruh Indonesia yang namanya sertifikat ini insyaallah rampung," ucapnya seperti disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kepala Negara kembali menjelaskan dalam sambutannya, di seluruh Indonesia terdapat kurang lebih 126 juta bidang tanah yang harusnya bersertifikat. Namun, hingga 2015 baru sebanyak 46 juta bidang tanah yang memiliki bukti hak kepemilikan.

"Bayangkan, 80 juta (bidang tanah) yang belum. Berarti bapak dan ibu sekalian yang pegang sertifikat hari ini sangat beruntung. Alhamdulillah," ujarnya di hadapan ribuan penerima sertifikat.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya, mengatakan bahwa di Provinsi Jawa Timur, bidang tanah yang telah bersertifikat 54,45 persen dari keseluruhan bidang tanah di provinsi tersebut yang diperkirakan mencapai 19.498.377 bidang.

Ia berharap agar program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dijalankan pemerintah guna mempercepat penerbitan sertifikat untuk rakyat dapat menyejahterakan rakyat Indonesia khususnya masyarakat Jawa Timur.

"Oleh karena itu kami menyampaikan terima kasih karena ketika mereka pegang sertifikat tanah maka akan ada harapan kemungkinan bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga," tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Staf Khusus Presiden Ahmad Erani.

Baca juga: Sofyan Djalil targetkan semua tanah di Gresik tersertifikat pada 2024
Baca juga: Jokowi minta masyarakat Gresik untuk hati-hati pegang sertifikat tanah
Baca juga: Presiden kunjungan kerja ke Jawa Timur serahkan 3.000 Sertifikat Tanah

Pewarta: Agus Salim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar