Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api (Persero) Daops I Jakarta, mengalami kerugian sebesar Rp550 juta akibat genangan air di sejumlah lintasan kereta api pada Jumat (1/2). Kepala Humas PT Kereta Api (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, di Jakarta, Sabtu, mengatakan kerugian Rp550 juta, yakni dari kehilangan pendapatan sebesar Rp150 juta serta perbaikan daerah longsor/tergerus air Rp400 juta. "Pada musibah kemarin, kami mengalami kerugian bahkan 154 perjalanan kereta api terhenti," katanya. Sampai sekarang, kata dia, Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, masih tergenang air dengan ketinggian 60 centimeter. Akibatnya perjalanan kereta api dari Serpong/Rangkasbitung hanya sampai di Stasiun Angke, dan kereta api antar kota diputar via Jatinegara-Manggarai-Gambir-Kota. "Kemudian kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Senen-Kota hanya sampai Kemayoran," katanya. Sementara itu, lintasan Tanah Abang-Serpong yang Jumat terkena genangan air, saat ini sudah bisa dilalui sejak Jumat (1/2) pukul 21.15 WIB. Di kilometer 19/200 kecepatan dibatasi lima kilometer/jam. Kemudian lintasan Jakarta-Tangerang yang longsor di kilometer 17+600, sampai sekarang belum dapat dilalui karena perbaikan belum selasai. Sebelumnya dilaporkan, sebanyak 154 perjalanan kereta api (KA) Jabodetabek, Jumat, terganggu akibat sejumlah lintasan tergenang air antara 15 centimeter sampai satu meter. Kepala Humas PT Kereta Api (Persero) Daops I Jakarta, Akhmad Sujadi, mengatakan, akibat genangan air itu, perjalanan kereta rel listrik (KRL) ke Tangerang dan Kota terputus sama sekali. "KRL ke Tangerang itu, yakni, Manggarai-Tanah Abang-Serpong dan Senen-Kota," katanya. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008