counter

Tenis

Ganda Jessy/Beatrice akui main aman di final Pertamina 25k

Ganda Jessy/Beatrice akui main aman di final Pertamina 25k

Petenis Indonesia Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies berada di posisi runner up turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Minggu (23/6/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Jakarta (ANTARA) - Ganda unggulan Indonesia Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya mengaku bahwa dalam melawan ganda Jepang Haruka Kaji dan Junri Namagita pada babak final turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 mereka terlalu bermain aman sehingga hanya bisa berada di posisi runner up.

Babak final tersebut berjalan cukup panjang karena kedua ganda saling mengejar poin, meskipun pada set awal Jessy mengakui bahwa ia dan Beatrice belum bisa kompak hingga kehilangan fokus. Hal tersebut mengakibatkan mereka tertinggal di set pertama dengan skor 2-6.

Namun, mereka berhasil menemukan ritme permainan sehingga bisa bermain kompak pada set kedua yang akhirnya membawa mereka ke posisi yang sama karena pada set kedua skor mereka unggul 6-4.

Di sisi lain, keadaan berbalik ketika memasuki super tie break. Penampilan ganda Indonesia itu tidak semaksimal saat set kedua. Jessy mengakui bahwa ia maupun Beatrice kurang berani dalam mengambil langkah. Hingga akhirnya permainan berakhir dengan skor 2-6, 6-4, 7-10.

“Kita mainnya mungkin sudah memimpin tapi kita enggak lebih agresif, kita malah safe,” kata Jessy saat ditemui usai bertanding di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Minggu.

“Di super tie break pas sudah dekat-dekat selesai mereka bolanya malah tambah ke ujung-ujung gitu lah. Jadi pas Jessy mau ambil susah karena itu ujung sekali dan kadang emang kita enggak bisa reach itu,” jelas Beatrice.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Pelatih Pelatnas PP Pelti Deddy Tedjamukti. Deddy mengatakan bahwa Jessy dan Beatrice terlalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan saat super tie break sehingga mereka tertinggal poin.

“Anak-anak tadi melajukan kesalahan fatal dalam return serve itu, banyak kurang ambil keputusan. Kalau super tie break perlu ambil keputusan cepat karena kalau ragu pasti ketinggalan karena poinnya terlalu cepat,” kata Deddy.

Lebih lanjut, Jessy mengatakan bahwa meskipun dirinya tidak berhasil membawa Indonesia sebagai juara utama, namun ia dan Beatrice sudah berusaha sangat maksimal sejak awal pertandingan.

“Tapi ya kita berdua sudah berusaha yang terbaik lah, mungkin next nya bisa lebih baik lagi di super tie break atau pun di first set nya bisa lebih fokus biar enggak sampai main di super tie break,” kata Jessy.

“Sudah merasa maksimal sih tapi mungkin bisa lebih sedikit ditingkatkan. Kayak ada third poin yang harusnya bisa kita dapat tapi kita enggak berani untuk ambil resiko itu,” ujar Beatrice.

Jessy dan Beatrice juga menyampaikan permintaan maafnya untuk masyarakat Indonesia karena tidak berhasil memenangkan turnamen tenis tersebut. Mereka berterima kasih atas segala dukungan serta semangat yang selalu mengalir sejak awal pertandingan hingga babak final ini.

“Minta maaf karena tidak bisa membawa Indonesia untuk menang. Terima kasih untuk semangatnya dan suasana permainan yang bagus. Terima kasih!,” kata Jessy.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar