counter

SMKN 1 Jakarta akan ikuti kompetisi instalasi saluran air di Rusia

SMKN 1 Jakarta akan ikuti kompetisi instalasi saluran air di Rusia

Purwarupa (Prototipe) instalasi saluran air yang dibuat siswa SMKN 1 Jakarta untuk mengikuti kejuaraan World Skill Competition Plumbing and Heating di Kazan Rusia, Senin (24/6/2019). (Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jakarta akan mengikuti kompetisi instalasi saluran air (World Skill Competition Plumbing and Heating) di Kazan, Rusia, pada 22 hingga 27 Agustus 2019.

"World Skill ini memperlombakan berbagai kemampuan kejuruan, salah satunya bagaimana sistem instalasi untuk air bersih, air panas, air dingin, air kotor dan gas dalam sebuah gedung atau rumah," ujar Pembimbing Tim World Skill SMKN 1 Jakarta Angga Sukmanika, Senin.

World Skill Competition di Kazan Rusia ini merupakan kompetisi yang ke-45 sebagai arena unjuk kebolehan terhadap penguasaan keterampilan kerja berbagai bidang kejuruan.

Peserta yang dapat ikut berkompetisi merupakan generasi muda berusia maksimal 22 tahun dengan standar keahlian di bidang kejuruan tertentu. Kegiatan itu akan diikuti 60 negara lebih dengan sekitar 64 bidang yang akan dilombakan.

Sebelum bisa bertanding di kejuaraan dunia tersebut, para peserta SMK akan ditandingkan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga Asean. Apabila menang maka berhak untuk mengikuti tingkat dunia.

"Kebetulan 2017 di Solo kita mendapat juara 1 nasional, Lombok 2018 sama. Seleksi World skill dilakukan dua tahun sekali dan kebetulan dua-duanya kita juara. Otomatis masuk ke sana," kata dia.

Ia mengatakan instalasi saluran air ini masih dianggap sebelah mata oleh sebagian masyarakat dalam merancang sebuah bangunan/rumah. Padahal, apabila terjadi salah perhitungan, maka dampak saluran air akan terasa oleh pemilik.

Angga mencontohkan apabila sistem instalasi saluran air tidak menghitung derajat serta tekanan air yang muncul (bar), akan berdampak pada cepatnya pipa mengalami korosi, terjadinya penyumbatan, serta berlumut. Kondisi itu membuat saluran air menjadi macet atau tekanan air tidak merata.

"Kondisi berlumut, korosi, penyumbatan membuat kita harus menjebol lagi dinding dan itu akan mengurangi kualitas bangunan. Nah kita mengutamakan instalasi itu agar mudah di maintenace (pelihara)," kata dia.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam sistem instalasi pengelolaan air seperti bahan pipa yang digunakan, standar kemiringan pipa, sudut belokan, hingga kemudahan pemeliharaan.

"Karena di Indonesia Plumbing belum diperhatikan. Tukang tukang bangunan awam tidak mengetahui standar kemiringan untuk air kotor berapa derajat, boleh ga pake sudut 90 derajat atau 45 derajat itu kan mereka belum tahu," kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar