counter

Keharmonisan dalam keberagaman, simbol Festival Geomaritim Belitong

Keharmonisan dalam keberagaman, simbol Festival Geomaritim Belitong

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan pergelaran Adat Adat Budaya dan Penghargaan Malindo MBCC Asia Award di Pangkalpinang, Kamis (29/11). (FOTO ANTARA/Aprionis).

Pulau Belitung adalah miniatur dari semangat ke-Bhinneka-an Tunggal Ika-an Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Festival Geomaritim Internasional-Titik Temu Belitong yang dijadwalkan pada 28-30 Juni 2019 menyimbolkan keharmonisan di tengah keberagaman yang merupakan warisan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kata ketua panitia penyelenggara ajang itu, Linda Samosir.

"Sejak dari dulu sudah banyak kegiatan perdagangan internasional sampai melewati Belitung sehingga Belitung itu punya banyak budaya dan semuanya itu berkembang dengan baik, berhubungan dengan baik dan harmonis. Itulah jadi dasar kita mau menggalakkan kembali bahwa kita itu sebenarnya sifatnya itu memang berbeda-beda memang datangnya dari 'source' (sumber) yang berbeda," katanya di Jakarta, Senin.

"Di Belitung itu,  mereka bercampur dengan baik dan harmonis. Kita maunya kembali menyadari itu bahwa kita itu beragam. Itu tidak bisa dipungkiri, dengan kesadaran itu diharapkan kita kompak terus ke depan," katanya.

Linda mendorong agar festival di Pulau Belitung itu dapat masuk "100 Calendar of Events" pada masa mendatang, dan menjadi salah satu ikon atraksi budaya di Pulau Belitung.

Titik Temu adalah pertunjukan yang menyuguhkan perpaduan tari tradisi dan kreasi baru khas Belitung, dengan musik khas Melayu yang mengisahkan kehidupan masyarakat Belitung pada masa lalu sampai kini.

"Festival ini merupakan gerakan seluruh rakyat Belitung baik sekolah, komunitas dan masyarakat Belitung," katanya.

Menurut dia, Pulau Belitung adalah miniatur dari semangat ke-Bhinneka-an Tunggal Ika-an Indonesia.

Ia menambahkan bahwa Belitung telah berperan sebagai tuan rumah bagi perdagangan dan dunia pariwisata sejak abad ke-16.
Keberadaan jalur perdagangan maritim dunia yang berpadu dengan perdagangan rempah, katanya,  turut mengukuhkan posisi georafis Belitung yang strategis di dunia.

Festival International Geomaritime Belitung 2019 akan menampilkan seni pertunjukan bertaraf internasional yang meliputi seni musik, tari, pertunjukan, serta literasi tradisi di Belitung.

Baca juga: Geopark Belitong diarahkan berkonsep pariwisata berkelanjutan

Baca juga: Dukungan Belitung jadi UNESCO Geopark diwujudkan lewat festival

Baca juga: Ribuan pengunjung target Festival Geomaritim Internasional Belitong

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Babel kampanyekan diversifikasi pangan cegah stunting

Komentar