Rupiah melemah seiring koreksi mata uang utama di Asia

Rupiah melemah seiring koreksi mata uang utama di Asia

Dokumentasi - petugas menghitung pecahan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8). (ANTARA FOTO/Rivan Lingga)

Sebenarnya masih relatif sangat stabil. Apalagi masih di bawah Rp14.200
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi ini melemah seiring koreksi mata uang regional Asia.

Rupiah Rabu pagi melemah 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.140 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.125 per dolar AS.

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Rabu, mengatakan kendati terkoreksi rupiah masih relatif stabil.

"Sebenarnya masih relatif sangat stabil. Apalagi masih di bawah Rp14.200," ujar Rully.

Terkait sentimen terhadap rupiah, Rully menilai belum banyak berubah dari hari-hari sebelumnya yaitu terkait pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang.

"Pasar menunggu hasil dari rapat G20. Proses negosiasi AS-China," kata Rully.

Selain itu, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang mensinyalkan penurunan suku bunga seiring melambatnya indikator ekonomi AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.174 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.138 per dolar AS.

Baca juga: Dolar AS diperdagangkan di Tokyo pada kisaran 107 yen

Baca juga: Yuan China melemah ke 6,8701 terhadap dolar AS

Baca juga: Dolar AS bangkit di tengah pelemahan pound sterling


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembangunan proyek kedua Program Rumah DP 0 Rupiah resmi dimulai

Komentar