counter

BPBD Penajam perpanjang darurat longsor Bukit Raya

BPBD Penajam perpanjang darurat longsor Bukit Raya

Longsor susulan terjadi di lokasi pembangunan siring beton pemulihan bencana tanah longsor di SD negeri 017 Desa Buikt Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (Antaranews/Novi Abdi)

Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Penajam Paser Utara mengakibatkan longsor
Penajam (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memperpanjang masa status tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, menyusul terjadinya longsor susulan.

"Kami minta status tanggap darurat bencana di Desa Bukit Raya diperpanjang," kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila di Penajam, Rabu.

Perpanjangan masa status tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Bukit Raya tersebut diberlakukan menurut dia, karena kembali terjadi longsor susulan.

"Kembali terjadi longsor susulan kedua dititik longsor SD Negeri 017 Desa Bukit Raya, longsor susulan pertama terjadi pada 15 Juni 2019," jelas Nurlaila.

"Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Penajam Paser Utara mengakibatkan longsor susulan di lokasi pembuatan siring beton di SD Negeri 017 Desa Bukit Raya, sepanjang empat meter," ujarnya.

Pembangunan siring beton tersebut merupakan pemulihan peristiwa longsor yang terjadi di Desa Bukut Raya, Kecamatan Sepaku pada 11 Mei 2019.

"Pembuatan siring beton di lokasi longsor Bukit Raya itu akan diperpanjang hingga dua pekan ke depan, sebab harus dilakukan pemulihan akibat turunnya tanah dari atas ke pinggir siring," ujar Nurlaila.

Upaya pemulihan dan pembersihan sisa-sisa reruntuhan tanah tersebut lanjut ia, dilakukan dengan cara manual, karena alat berat tidak bisa sampai ke bibir longsor yang berada di bagian atas.

"Kami minimalisir terlebih dahulu tanah longsoran agar tidak mengenai siring di bagian bawah, untuk pemulihan longsor di SD Negeri 017 Desa Bukit Raya itu," tambah Nurlaila.

Ia menyatakan, pembangunan siring beton di lokasi bencana tanah longsor di Desa Bukit Raya tersebut pada tahap pembuatan pondasi siring dan sudah hampir rampung.

Nurlaila mengungkapkan, teknik pembuatan siring itu sebagian akan diganti menjadi undak-undakan (trap) karena dari titik nol hingga 15 meter struktur tanah rawan bergeser.

Baca juga: Pembangunan siring di lokasi longsor penajam rampung dua bulan
Baca juga: Tanah di Desa Bukit Raya Penajam kembali bergerak
Baca juga: Sekda Penajam minta penanganan longsor Bukit Raya dipercepat

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar