counter

Piala Dunia FIBA

Tunisia bidik babak kedua Piala Dunia FIBA

Tunisia bidik babak kedua Piala Dunia FIBA

Pelatih tim nasional bola basket Tunisia, Mario Palma (tengah), memberikan arahan kepada para pemainnya. (fiba.basketball)

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional bola basket Tunisia bertekad tampil baik di putaran final Piala Dunia FIBA 2019 dengan membidik setidaknya mencapai babak kedua di Guangzhou, China.

Guna memenuhi target tersebut, Tunisia bahkan menggelar fase persiapan lebih dini dengan mengadakan pemusatan latihan di Monastir, Tunisia, sejak 24 Juni s.d. 6 Juli 2019.

"Kami ingin melaju ke babak kedua," kata pelatih kepala Tunisia, Mario Palma, seperti dilansir laman resmi FIBA, Rabu.

Tunisia wajar mematok target ambisius mengingat penampilan kedua mereka di putaran final Piala Dunia FIBA membawa modal positif, yakni gelar juara Piala FIBA Afrika 2017.

Di China, Pasukan Elang Carthage tergabung di Grup C bersama Iran, Puerto Rico dan Spanyol. Mereka bakal melakoni seluruh laga fase penyisihan grup di Guangzhou, pada 31 Agustus s.d. 4 September 2019.

Dari ketiga lawannya, Spanyol jadi tim yang paling diwaspadai Palma, bahkan ia menyebut lawannya itu sebagai satu dari tiga negara yang bisa dikategorikan favorit turnamen.

"Spanyol adalah favorit, namun saya pikir mereka tidak akan mengalahkan kami dengan selisih telak," katanya.

"Kami dan Spanyol punya target yang berbeda. Mereka datang dengan ambisi menjadi juara, sedangkan kami hanya berusaha menampilkan yang terbaik dan menjadi tim Afrika dengan peringkat akhir tertinggi supaya lolos ke Olimpiade 2020," ujar Palma menambahkan.

Baca juga: Senegal tak mau diremehkan walau huni "grup neraka"

Oleh karena itu, Palma mengalihkan fokus untuk meraih poin penuh saat menghadapi Iran dan Puerto Rico tanpa meremehkan mereka maupun mengurangi konsentrasi persiapan melawan Spanyol.

Palma menyebut masih akan mengutus tim untuk mengukur lebih jauh kekuatan Puerto Rico saat ini, sedangkan Iran disebutnya masih punya kekuatan dengan keberadaan pemain berpengalaman seperti Hamed Haddadi.

Namun, Palma menegaskan pengalaman menjuarai Piala FIBA Afrika 2017 jadi pelajaran berharga menumbangkan tim-tim kuat dalam sebuah turnamen.

"Mereka tim-tim kuat, tapi kami terbiasa menghadapi situasi ini. Di Piala FIBA Afrika 2017, ada beberapa tim yang lebih kuat dari kami, namun kami keluar sebagai juara," pungkasnya.

Tunisia akan terlebih dulu menjalani serangkaian laga pemanasan di China, Rumania, Prancis dan Jepang sebelum bertolak ke putaran final Piala Dunia FIBA 2019.

Di China, Tunisia akan mengawali babak penyisihan Grup C dengan menghadapi Spanyol pada 31 Agustus, sebelum melawan Iran dan Puerto Rico tiap selang dua hari.

Baca juga: Montenegro bertekad tandai debut dengan sesuatu yang besar

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar