counter

Badan POM gandeng akademisi perkuat pengawasan obat dan makanan di Pulau Sumba

Badan POM gandeng akademisi perkuat pengawasan obat dan makanan di Pulau Sumba

Kepala Badan POM Penny K. Lukito menyampaikan sambutan di acara penandatanganan nota kesepahaman antara Badan POM dengan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba terkait Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Pulau Sumba (ANTARA) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) membangun kemitraan dengan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba terkait Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat dalam rangka membantu peningkatan pengawasan obat dan makanan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Badan POM Penny K. Lukito, dalam sambutannya, mengatakan, Pulau Sumba memiliki banyak pintu masuk melalui laut yang dapat menjadi akses peredaran obat dan makanan ilegal.

“Hasil pengawasan Balai POM di Kupang menunjukkan masih banyak obat keras dan kosmetik ilegal beredar di sarana ilegal. Hal ini menjadi tantangan Badan POM, artinya pengetahuan masyarakat Sumba terkait obat, makanan, hingga kosmetik masih rendah,” jelasnya setelah menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman di Gedung Umbu Tipuk Marisi, Waingapu, Selasa.

Dengan adanya sinergi antara Badan POM dengan pihak akademisi ini, lanjut Penny, diharapkan dapat menjadi momentum untuk wujudkan sinergi dengan pemangku kepentingan di sektor lain di NTT. 

“Semoga dengan rangkaian kunjungan kerja dan kegiatan kerja sama yang telah dijalin saat ini dapat menjadi momentum untuk bersinergi dengan lintas sektor di daerah untuk meningkatkan obat dan makanan aman menuju Indonesia yang lebih sehat dan lebih sejahtera,” imbuh Penny.

Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Wira Wacana Sumba Norlina Rambu Jola Kalunga berharap, selain dapat meningkatkan pengawasan obat dan makanan, kerja sama ini dapat mendukung pihaknya untuk terus berinovasi di bidang kesehatan.

“Karena kami merasa pembangunan dalam bidang kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama, terutama untuk para kaum milenial seperti mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana Sumba ini,” lanjut Norlina.

Di kesempatan yang sama, Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora mewakili masyarakat serta pemerintah Sumba Timur mengapresiasi atas perhatian yang diberikan Badan POM terhadap Universitas Kristen Wira Wacana Sumba dalam penguatan pengawasan obat dan makanan.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas perhatian yang diberikan Badan POM kepada Universitas Kristen Wira Wacana Sumba dan masyarakat milenial yang ada di kabupaten ini dalam rangka penguatan pengawasan di bidang kesehatan, khususnya obat dan makanan di Wilayah Sumba Timur ini,” katanya.

Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, Kepala Badan POM Penny K. Lukito juga melakukan dialog dengan lebih dari 300 orang generasi milenial yang ada di Universitas Kristen Wira Wacana Sumba dalam Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik.

BPOM siapkan aturan penjualan obat dan komestik secara daring

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar