counter

Pakar: Pertumbuhan ekonomi China yang stabil bantu negara-negara G20

Pakar: Pertumbuhan ekonomi China yang stabil bantu negara-negara G20

Wakil Menteri Keuangan Jepang Masatsugu Asakawa, Menteri Keuangan Taro Aso, dan Gubernur Bank Jepang Haruhiko Kuroda mengadakan konferensi pers setelah pertemuan para Menteri Keuangan G-20 dan Gubernur Bank Sentral di Pertemuan Tahunan Musim Semi 2019 Bank Dunia di IMF dan Bank Dunia di Washington. (Foto: Reuters)

Di belakang meningkatnya jumlah proyek investasi asing di China adalah pembangunan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan
Shanghai (ANTARA) - Marcel Smits, ketua Cargill Asia Pacific, mengatakan perusahaan-perusahaan pertanian dan pangan Amerika Serikat yakin akan mempertahankan kehadirannya di China.

"Kami berharap memiliki lebih banyak kelompok pelanggan di negara ini," katanya.

Awal bulan ini, Cargill membuka pabrik produksi protein baru di kota Chuzhou di Provinsi Anhui, China timur, dengan investasi sekitar 48,8 juta dolar AS.

Langkah ini menyusul investasi perusahaan senilai 112 juta dolar AS pada April untuk memperluas pabrik produksi jagung di kota Songyuan di Provinsi Jilin, China timur laut.

"Di belakang meningkatnya jumlah proyek investasi asing di China adalah pembangunan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan," kata seorang pakar ekonomi Quan Heng.

Perkembangan ekonomi China akan menjadi perhatian bersama dalam KTT G20 mendatang di Osaka, Jepang minggu ini, menurut Quan.

Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan bahwa ekonomi China tetap tangguh pada Mei karena mesin pertumbuhan konsumsi mengambil laju ekspansi.

Penjualan ritel pada Mei meningkat 8,6 persen secara tahun ke tahun, lebih cepat dari kenaikan 7,2 persen yang tercatat pada April, mencatat kenaikan 3,2956 triliun yuan (479,7 miliar dolar AS).

Negara ini secara bertahap memimpin dunia dalam bidang tata kelola ekonomi, memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi anggota G20, kata Wang Yuzhu, seorang peneliti di Shanghai Institutes for International Studies.

"Dalam beberapa tahun terakhir, China telah mengadopsi serangkaian langkah reformasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabil melalui pembangunan berkualitas tinggi," katanya.

Meskipun faktor-faktor yang tidak stabil dan tidak menentu sedang meningkat, tren jangka panjang ekonomi China tidak berubah, menurut juru bicara NBS Fu Linghui.

Reformasi struktural sisi penawaran dan pembukaan lebih lanjut telah berkontribusi pada peningkatan kemampuan ketahanan risiko ekonomi China, tambahnya.

Dengan pasar keuangan yang lebih terbuka, pembelian bersih obligasi China oleh investor asing telah tumbuh selama enam bulan berturut-turut, menurut China Central Depository & Cleaning Co. Ltd.

"Kebijakan China dan lingkungan politik serta ekonominya yang stabil, dan tidak pernah ada gagal bayar pada utang nasionalnya, telah menarik lebih banyak investor global," kata Zhou Wenyuan, seorang peneliti di Guotai & Junan Securities.

"Tata kelola ekonomi harus dilakukan dalam konteks saling ketergantungan ekonomi global. Karena itu, China tidak hanya harus mengelola urusan dalam negerinya tetapi juga mengambil tindakan untuk memenuhi tanggung jawab ekonomi terbesar kedua di dunia," kata Quan.

Menurut Zhou Qiujun, seorang peneliti di Shanghai University of Political Science and Law, pengalaman pembangunan ekonomi China yang berkelanjutan dapat dianggap sebagai jenis barang publik, yang dapat membantu negara-negara G20 untuk meningkatkan kemampuan anti-risiko.

Partai Komunis China Bertandang ke Istana

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar