counter

Koleksi tas "branded", hobi sekaligus investasi

Koleksi tas "branded", hobi sekaligus investasi

Ilustrasi koleksi tas impor. (ANTARA News/dokumentasi Anthy Meliasari)

Bogor (ANTARA) - Memiliki tas "branded" atau bermerek ternama dengan harga "selangit" tentu merupakan kebanggaan tersendiri, apalagi berlanjut menjadi hobi mengoleksi.

Tak sedikit penggiat hobi koleksi tas "branded" sadar bahwa hobi mereka merupakan kegiatan yang memberikan mereka keuntungan karena tas-tas yang mereka koleksi memiliki nilai investasi.

"Untuk tas merek tertentu yang langka karena diproduksi sedikit nilainya semakin mahal seiring berjalannya waktu," seorang pedagang tas "branded" bekas, Anthy Meliasari di Bogor, Kamis.

Menurutnya, tas vintage branded dengan model lama akan dicari ke mana saja oleh para kolektor, bahkan dengan harga tinggi.

Anthy mencontohkan, dia pernah membeli tas merek "Fossil" model desi floral patchwork seharga sekitar Rp4 juta.

Karena edisi terbatas, lanjut dia, tas model tersebut langka di pasaran dan Anthy berhasil menjualnya sekitar Rp6 juta kepada salah satu kolektor lainnya.

Bahkan, menurut Anthy, untuk merek tertentu, seperti "Hermes", nilainya bisa melonjak jauh lebih tinggi karena sebagian kolektor menganggapnya sebagai koleksi seni.

"Sebenarnya tidak semua tipe model bisa memiliki potensi bernilai investasi. Kebanyakan yang memiliki potensi itu merupakan tas yang berbahan kulit dengan kualitas baik," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Anthy, perlu perawatan ekstra agar tas-tas "branded" tersebut dalam kondisi prima dan memiliki nilai jual tinggi.

"Saya selalu menjaga suhu dan kelembapan ruangan penyimpanan dengan 'silica gel' dan mencegah koleksi saya tidak kena air," kata Anthy.

Senada dengan itu, seorang kolektor tas branded lainnya, Rina Karmila menambahkan, dirinya menggunakan losion khusus kulit minimal sebulan sekali agar tas-tas "branded" koleksinya terjaga kondisinya serta tetap bernilai tinggi.

"Saya juga menggunakan 'bubble wrap' (gelembung plastik) dalam menyimpan tas-tas saya agar bentuknya tetap terjaga dan tidak tertekuk," kata Rina.

Dengan perawatan yang optimal, menurut Rina, tas-tas "branded" ini diyakini seperti benda antik yang memiliki nilai jual berlipat seiring bertambahnya umur barang tersebut.

Baca juga: Cara bikin tas jinjing dari kaus bekas

Baca juga: Hermes cetak rekor penjualan Rp95 triliun berkat China

Baca juga: Isi goodie bag Oscar 2019

Pewarta: Aditya Pradana Putra
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar