BMKG minta waspadai gelombang perairan Aceh capai 4 meter

BMKG minta waspadai gelombang perairan Aceh capai 4 meter

Petugas BMKG memperlihatkan prakiraan gelombang tinggi di Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Nagan Raya, Aceh, Rabu (26/6/2019). ANTARA/Syifa Yulinnas.

kapal penyeberangan, nelayan agar lebih berhati-hati jika melintasi tiga wilayah perairan Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar pengguna transportasi laut dan nelayan setempat mewaspadai potensi gelombang di perairan Aceh yang bisa mencapai empat meter.

"Gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi di perairan Sabang-Banda Aceh, Barat-Selatan, dan Samudera Hindia Barat Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Kamis.

Ia mengingatkan, gelombang laut setinggi 3-4 meter di wilayah perairan Aceh ini berpotensi disertai angin kencang, biasanya yang bersifat sesaat, tapi memiliki kecepatan yang bisa mencapai 80 kilometer per jam.

Kondisi tersebut akibat tumbuhnya awan-awan konvektif atau awan hujan di atmosfer perairan Aceh, dan ikut mendukung terjadi gelombang tinggi.

"Imbauan kita terutama kapal penyeberangan, tongkang, dan nelayan agar lebih berhati-hati jika melintasi tiga wilayah perairan Aceh ini. Jangan paksakan diri, dan patuhi peringatan Syahbandar setempat," tegasnya.

Ia melanjutkan, sedangkan wilayah perairan Aceh yang lain, seperti Selat Malaka bagian Utara berpotensi dilanda gelombang setinggi dua meter, dan Utara-Timur Aceh sekitar satu meter.

Sepekan terakhir di provinsi paling barat Indonesia ini telah muncul pusaran angin tertutup, sehingga terjadi belokan angin dan konvergensi yang menyebabkan terjadi perlambatan pergerakan massa udara di atmosfer Aceh.

"Terjadinya perlambatan massa, maka uap air yang terbawa oleh angin terkumpul di atas atmosfer Aceh, dan tumbuh menjadi awan-awan hujan," tutur dia.

Ia mengatakan, pihaknya tak bisa memperkirakan lebih dari empat hari, karena perbedaan nanti akan lebih jauh dibanding kondisi cuaca saat ini.

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya pekan lalu melaporkan, angin kencang disertai hujan menyebabkan sebatang pohon kayu tumbang melintang ke badan jalan Banda Aceh-Meulaboh di Ranto Mon Reu, Kecamatan Panga, Sabtu (22/6).

Petugas BPBK Aceh Jaya, Yudhi mengatakan, tumbangnya pohon ini sempat menyebabkan arus lalu lintas terganggu, sehingga aparat setempat memberlakukan jalur buka tutup jalan.

Pihaknya langsung mengerahkan personel dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Panga, dan Damkar Pos Teunom mengatasi kejadian ini. "Petugas melakukan pemotongan, dan pembersihan pohon tumbang dari badan jalan," katanya.


Baca juga: Gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di NTT
Baca juga: BMKG peringatkan gelombang tinggi di Papua dan Papua Barat
Baca juga: Gelombang setinggi enam meter berpotensi sambangi perairan Indonesia
 

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gelombang tinggi, penyeberangan Sanur-Nusa Penida dipindah

Komentar