Kaltim masih menjadi lumbung gas nasional

Kaltim masih menjadi lumbung gas nasional

Anjungan Jempang-Metulang di Selat Makassar, lebih kurang 30 mil timur Balikpapan yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam saat masih dalam pembangunan beberapa waktu lalu. Anjungan ini sudah berproduksi, di mana PHM mendapatkan gas dan kondensat. (novi abdi/Antara)

Balikpapan (ANTARA) - Lapangan-lapangan yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Wilayah Kerja Mahakam masih memberi sumbangan terbesar produksi dan lifting minyak dan gas bumi di Kalimantan Timur dan Indonesia.

“Pada periode Januari-Mei 2019, PHM berkontribusi dalam lifting sebanyak 57 persen atau hampir 40.000 barel setara minyak per hari,” kata Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Kalimantan Sulawesis (SKK Migas Kalsul) Syaifudin di Balikpapan, Kamis.

Disebut setara minyak atau barrel oil equivalent per day (boepd) sebab sebagian besar lifting PHM adalah gas.

Kemudian Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) turut andil sebanyak 17 persen dengan 11.550 boepd, Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) dengan 14 persen atau 9.785 boepd, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Kaltim dengan 9 persen atau 6.468 boepd. Masih ada lagi Chevron Makassar dan Chevron Rapak serta ENI Muara Bakau.

Keseluruhan produsen migas di Kaltim itu menyumbang 9 persen dari total lifting nasional.

“Atau 69.876 barel, dari produksi nasional yang 751.015 barel per hari,” kata Syaifudin.

Wilayah Kalimantan dan Sulawesi sendiri diberi target lifting 111.233 barel minyak dan gas 2.547 juta standar metrik kaki kubik gas (million metric standar cubic feet per day, MMSCFD) untuk disetor ke APBN. Realisasinya, menurut Syaifudin, 91.336 barel untuk minyak dan 1.945 MMSCFD untuk gas.

Dihitung dalam kontribusinya secara nasional, lifting Kalimantan dan Sulawesi mencapai 12 persen untuk minyak dan 33 persen untuk gas.

“Kalsul, atau tepatnya Kaltim, masih jadi lumbung gas nasional,” kata Syaifudin.

Untuk mempertahankan produksi, para kontraktor kerjasama migas terus melakukan pengeboran sumur, baik untuk eksploitasi maupun eksplorasi.

Diantaranya, kata Syaifudin, adalah kegiatan ekplorasi Caelus Energy South Bengara II di Kabupaten Berau, tak jauh dari Tanjung Redeb. Sumur eksplorasi Bella-3 mengeluarkan gas yang sedang dihitung tingkat ekonomisnya. 

Baca juga: SKK Migas : realisasi lifting migas April 1,8 miliar barel

Baca juga: Pertamina EP targetkan "lifting" minyak 85.000 barel/hari


Pewarta: Novi Abdi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar