Jakarta (ANTARA) - Bek Napoli, Kalidou Koulibaly, mengenang percekcokan ringan yang dialaminya dengan pelatih Maurizio Sarri pada Januari 2016 berkaitan kelahiran putranya yang berujung ia menghangatkan bangku cadangan hingga satu jam awal pertandingan.

Dilansir Player's Tribune, Koulibaly tengah mengikuti sesi analisis video jelang pertandingan melawan Sassuolo ketika istrinya mengabari segera memasuki ruang persalinan, yang segera ditindaklanjuti sang pemain meminta izin kepada Sarri untuk mendampingi istrinya.

"Saya katakan, 'Ini adalah kelahiran putra saya, Tuan. Anda dapat melakukan apapun terhadap saya. Denda saya, jatuhkan hukuman terhadap saya, saya tidak peduli. Saya akan pergi,'," kata Koulibaly.

Sarri awalnya menolak mengizinkan sang pemain pergi. Sambil merokok, pria yang kini melatih Juventus itu berpikir keras, sebelum akhirnya mengizinkan Koulibaly pergi. Namun Sarri tetap meminta sang pemain untuk kembali agar dapat dimainkan dalam pertandingan tersebut.

Koulibaly kemudian pergi, dan dapat sampai tepat waktu untuk proses lihat kelahiran putra pertamanya, Seni.

Namun beberapa jam kemudian, ponsel Koulibaly kembali berdering dan Sarri memerintahkan ia harus kembali tepat waktu untuk persiapan prapertandingan.

Sebagai pemain profesional, Koulibaly tidak ingin mengecewakan rekan-rekan setimnya. Maka dengan izin istrinya, ia kembali ke Stadion San Paolo untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.

"Saya siap untuk bermain, dan Sarri masuk ke ruang ganti, dan memasang daftar pemain yang dimainkan. Dan saya mencari (nama saya) di sana," tutur pemain 28 tahun itu.

Baca juga: Manchester City tertarik datangkan Koulibaly

Koulibaly segera memprotes keputusan Sarri, sayangnya protes tersebut tidak membuatnya masuk ke dalam tim utama yang dimainkan. Sarri bahkan bergeming saat Koulibaly mengatakan ia harus meninggalkan istrinya yang baru melahirkan agar dapat tiba tepat waktu di stadion.

"Kami membutuhkan kamu, di bangku pemain cadangan," kata Sarri saat itu.

Bagaimanapun, taktik yang diterapkan Sarri menuai hasil positif. Meski sempat tertinggal 0-1, Partenopei kemudian mampu membalikkan keadaan untuk berbalik menang 3-1 atas Sassuolo. Koulibaly sendiri dimainkan dalam pertandingan itu, yakni pada 22 menit terakhir saat Sarri ingin mengamankan kemenangan.

Namun, bukannya menganggap hal tersebut sebagai pengalaman pahit, Koulibaly lebih suka menganggapnya sebagai bukti cintanya kepada Napoli.

"Mungkin bagi Anda ini merupakan cerita negatif. Namun bagi saya, cerita ini adalah mengenai betapa saya mencintai Napoli. Jika saya harus menjelaskannya, maka Anda tidak akan paham. Itu seperti berusaha menjelaskan lelucon," tandas pemain kelahiran Prancis ini.

Ketika musim 2019/2020 dimulai nanti, Koulibaly dan Sarri akan berada di kubu berlawanan sebab mantan pelatihnya itu kini menangani tim tiran penguasa sepak bola Italia, Juventus.

Baca juga: Sarri targetkan Ronaldo cetak 40 gol musim depan

Baca juga: Sarri latih Juventus, Jorginho tetap di Chelsea

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2019