"Bunny ear", topi mainan yang lagi tren

"Bunny ear", topi mainan yang lagi tren

Beberapa contoh topi mainan "bunny ear" yang dijual oleh pedagang kaki lima di kawasan Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat, Jumat (28/6/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - "Bunny ear" atau topi mainan dengan tokoh kelinci yang telinganya dapat dimainkan ini rupanya menjadi pilihan mainan yang cukup ramai diburu selama musim liburan sekolah.

Tak terkecuali di pusat perlengkapan sekolah dan aseksoris, Pasar Pagi Asemka, Jakarta Barat. Sejumlah pedagang mainan mengatakan bahwa langganannya sering mencari topi lucu tersebut.

"Banyak langganan saya yang nyari "bunny ear" itu," ujar Ronny, pemilik toko mainan, figur aksi, dan diecast di kawasan ini.

Namun, jika menyusuri lebih jauh ke area penjual dan kios kaki lima di Pasar Asemka, beberapa di antaranya menjajakan topi mainan yang awalnya dikenalkan oleh sejumlah artis K-pop ini.

"Memang lagi ngetren ini (bunny ear). Yang paling disukai yang kelinci putih ini," ujar salah satu pedagang kaki lima di Pasar Asemka, Ujang.

Ia menambahkan, bahwa meskipun dinamai "bunny ear", tokoh hewan lain pun tersedia, seperti panda, Doraemon, hingga Pikachu dan unicorn.

Harga yang ia berikan untuk topi mainan ini adalah Rp80.000 hingga Rp100.000. "Yang Rp100.000 ini bisa nyala kupingnya," kata dia.

Sementara itu, Pasar Pagi Asemka merupakan salah satu pusat perlengkapan sekolah, mainan, dan aseksoris pesta di Jakarta.

Pasar ini terletak di kolong jembatan layang Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat. Sesuai namanya, pasar ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap harinya.

Baca juga: Pengusaha Korea Selatan jajaki bisnis topi bambu Tangerang

Baca juga: Di balik topi pet Sapardi Djoko Damono (video)


Baca juga: Mengenal ragam ciput, dari topi Masha sampai rajut anti pusing

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pernak Pernik Natal di Pasar Asemka

Komentar