Di China, foto wajah dibayar panci demi latih kemampuan AI

Di China, foto wajah dibayar panci demi latih kemampuan AI

Pengunjung terlihat melalui layar dengan teknologi pengenalan wajah di Digital China Exhibition di Fuzhou, provinsi Fujian, China, Rabu (8/5/2019). (REUTERS/CHINA DAILY)

Jakarta (ANTARA) - Demi memenuhi kebutuhan data yang besar untuk melatih artificial intelligence atau kecerdasan buatan, perusahaan di China memberi iming-iming hadiah peralatan masak bagi warga yang mau menyetor foto wajahnya.

Di sebuah desa di Provinsi Henan, China, warga berjejer di jalan untuk memberikan data wajah mereka dan ditukar dengan panci, cangkir teh hingga ketel.

"Proyek terbesar melibatkan 10 ribu orang, berasal dari warga yang hidup di area ini," kata CEO Qianji Data, Liu Yangfeng, dikutip dari Reuters, Jumat.

Seorang perempuan berdiri di depan kamera yang disangga tripod. Dia memegang foto diri yang menampilkan kepala, mata dan hidung terpotong di depan wajahnya, kemudian perlahan berputar.

Warga desa bergantian mengambil nomor antrean, beberapa orang berkata ini yang keempat kalinya mereka ikut proyek serupa.

Foto-foto warga akan digunakan untuk melatih perangkat lunak AI untuk mengenali fitur wajah sungguhan dan foto.

"Kami membuat lebih banyak set data untuk algoritme AI perusahaan sehingga mereka bisa mengembangkan kecerdasan buatan di China," kata Liu.

Tapi, Liu tidak bersedia menyebutkan klien yang bekerja sama dengan Qianji.

China menjadi tempat pengumpulan data dan label karena sangat banyak permintaan dari sektor kecerdasan buatan. Pemerintah China, menilai kecerdasan buatan merupakan mesin untuk perkembangan ekonomi dan alat untuk kontrol sosial.

Banyak perusahaan di China yang menanamkan investasi besar di AI, divisi machine learning, inti dari teknologi pengenal wajah dan sistem lainnya.

Perusahaan besar seperti Alibaba Group Holding, Tencent Holding, Baidu Inc hingga perusahaan rintisan menggunakan kecerdasan buatan.

Produk kecerdasan buatan di China sangat beragam, mulai dari pembayaran berbasis pengenal wajah, pengawasan otomatis hingga pembaca berita.

Peraturan mengenai data pribadi yang lemah dan upah buruh murah menjadi salah satu alasan China menjadi pemimpin dalam bidang AI di dunia.

Baca juga: AI bukan cuma milik ponsel mahal

Baca juga: Apple beli startup AI untuk kembangkan Siri
 

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Luhut perkirakan investasi kecerdasan buatan meningkat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar