Lima armada udara dikerahkan melakukan pencarian heli MI-17

Lima armada udara dikerahkan melakukan pencarian heli MI-17

Dan Lanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo dan Kepala SAR Jayapura Putu Arga bersama tim SAR Gabungan yang kembali ke base ops lanud akibat tidak bisa mendarat di Oksibil, Sabtu (29/6/2019). ANTARA/Dok.SAR Jayapura/aa.

Dua helikopter milik TNI juga sudah terbang ke Oksibil dari Timika, dan helikopter milik PT.Palapa dari Wamena.
Jayapura (ANTARA) - Lima armada udara dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap pesawat helikopter MI-17 yang hilang kontak dalam penerbangan Oksibil-Jayapura di Papua.

Lima armada itu, yakni CN 235 (bukan CN 295, Red), helikopter TNI AD dan TNI AU, pesawat Demonim serta heli jenis MD-500 milik PT.Palapa, kata Kepala SAR Jayapura Putu Arga, di Jayapura, Minggu. Putu yang dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, saat ini CN 235 dan Demonim terbang dari Jayapura ke Oksibil.

Dua helikopter milik TNI juga sudah terbang ke Oksibil dari Timika, dan helikopter milik PT.Palapa dari Wamena. "Cuaca dilaporkan baik dengan jarak pandang 10 km," kata Putu lagi.

Helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 membawa 12 penumpang beserta kru yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.

Okbibab, merupakan salah satu distrik atau kecamatan di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Sekitar pukul 11.44 WIT heli terbang ke Jayapura dan sesaat setelah terbang, yakni pukul 11.49, pilot sempat mengucapkan "terima kasih", setelah melaporkan terbang di ketinggian 7.800 feet, 6 notical mile ke utara.

Baca juga: Heli MI 17 milik TNI AD hilang kontak di Papua

Adapun nama anggota Satgas Pamtas Yonif 725/WRG yang ikut dalam helikopter tersebut, yaitu Serda Ikrar Setya Nainggolan, Pratu Yanuarius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi Sentana. Sedangkan nama-nama awak helikopter tersebut, yaitu Kapten CPN Aris (pilot), Lettu CPN Bambang (pilot), Lettu CPN Ahwar (co pilot), Serka Suriyatna, Serda Dita, Praka Dwi Purnomo, dan Pratu Aharul.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar