Piala Afrika

Guinea sukses bungkam Burundi, tapi belum cukup pastikan kelolosan

Guinea sukses bungkam Burundi, tapi belum cukup pastikan kelolosan

Pemain sayap tim nasional Guniea Mohamed Yattara (kanan) dikejar rekan-rekannya saat merayakan golnya ke gawang Burundi dalam laga pamungkas penyisihan Grup B Piala Afrika di Stadion Al Salam, Kairo, Mesir, Minggu (30/6/2019) setempat. (ANTARA/AFP/Javier Soriano)

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Guinea berhasil membungkam Burundi 2-0 dalam laga pamungkas penyisihan Grup B Piala Afrika 2019 di Stadion Al Salam, Kairo, Mesir, Senin dini hari WIB, namun hasil itu belum cukup memastikan kelolosan mereka ke babak 16 besar.

Pasalnya, di pertandingan lain Madagaskar berhasil meraih kemenangan atas Nigeria dan keluar sebagai juara Grup B, dan kedua tim itu lah yang sejauh ini sudah memastikan lolos ke babak 16 besar, demikian catatan laman resmi turnamen.

Guinea tertahan di urutan ketiga dengan koleksi empat poin, di bawah Madagaskar (7) dan Nigeria (6), sedangkan Burundi menyudahi penampilan perdana mereka di putaran final Piala Afrika dengan catatan nirpoin di dasar klasemen Grup B.

Tim besutan Paul Put itu masih berpeluang untuk lolos sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik turnamen, sebab mereka kini untuk sementara memuncaki klasemen tim-tim peringkat ketiga.

Tentu saja mereka harus menunggu setidaknya tiga grup lagi rampung memainkan laga pamungkas untuk mendapatkan kepastian nasib kelolosan ke babak 16 besar.

Baca juga: Kejutkan Nigeria, Madagaskar jawarai Grup B

Dalam laga melawan Burundi, kemenangan Guinea disokong raihan dwigol yang dibukukan pemain sayap Mohamed Yattara pada menit ke-25 dan ke-52, terlebih lawan mereka harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain sejak menit ke-12.

Burundi lebih dulu melepaskan tembakan tepat sasaran pada menit kesembilan lewat tendangan jarak jauh Hussein Shabani, namun tiga menit kemudian nasib buruk menimpa.

Bek Christophe Nduwarugira melakukan pelanggaran keras terhadap Yattara yang langsung direspon wasit Nordin El Jaafari dengan kartu merah.

Pelatih Olivier Niyungeko berusaha menambal lubang yang ditinggalkan Nduwarugira dengan memasukkan Gael Duhayindavyi menggantikan gelandang kreatif Francis Mustafa.

Namun ketimpangan jumlah pemain akhirnya berhasil dimanfaatkan Guinea untuk membuka keunggulan lewat sontekan Yattara dari tengah kotak penalti memanfaatkan situasi sepak pojok pada menit ke-25.

Guinea terus nyaman menguasai pertandingan dan tujuh menit memasuki babak kedua, sebuah serangan cepat diakhiri umpan matang Ibrahima Traore yang disambut sepakan kaki kiri Yattara untuk menggandakan keunggulan atas Burundi.

Burundi yang sudah terjepit tak mampu berbuat banyak dan skor 2-0 untuk kemenangan Guinea bertahan hingga peluit tanda laga usai berbunyi.

Baca juga: Ringkasan Piala Afrika, empat tim lolos usai rangkaian laga kedua

Susunan pemain:

Burundi (4-2-3-1): Jonathan Nahimana; Karim-Abdul Nizigiyimana, Omar Ngandu, Frederic Nsabiyumva, Christophe Nduwarugira; Gael Bigiramana, Pierre Kwizera; Hussein Shabani, Francis Mustafa (Gael Duhayindavyi), Mohamed Amissi (Cedric Amissi); Fiston Abdul Razak (Saido Berahino)
Pelatih: Olivier Niyungeko

Guinea (4-2-3-1): Ibrahim Kone; Mikael Dyrestam, Ernest Seka, Simon Falette, Issiaga Sylla; Ibrahima Cisse, Amadou Diawara; Mohamed Yattara (Jose Kante), Francois Kamano (Lass Bangoura), Ibrahima Traore; Sory Kaba (Mady Camara)
Pelatih: Paul Put

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar