Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, menguat usai pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Rupiah menguat 14 poin atau 0,1 persen menjadi Rp14.112 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.126 per dolar AS.

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin, mengatakan bertemunya kedua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar itu memang berdampak positif bagi rupiah.

"Sangat positif sekali. Terutama karena adanya semacam 'gencatan senjata' perang dagang. Penundaan pengenaan tarif 25 persen terhadap sisa produk impor asal Tiongkok sebesar 300 miliar dolar AS," ujar Rully.

Ketegangan perang dagang AS dan China sedikit mengendur setelah kedua pemimpin negara bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Osaka, Jepang. Kedua negara sepakat akan merundingkan kembali isu perang dagang yang telah membuat tatanan perekonomian global mengalami guncangan.

Seusai pertemuan tersebut Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menegaskan akan mengurangi ketegangan atas perang dagang dengan meningkatkan kerja sama lebih lanjut. Pernyataan tersebut diharapkan dapat meredam dampak perang dagang antar kedua negara yang berlangsung setahun lebih.

Rully menambahkan, data inflasi Juni 2019 yang sebentar lagi akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) juga berpotensi menjadi katalis positif bagi rupiah.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.117 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.141 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah menguat pada akhir pekan usai putusan MK
Baca juga: Hasil pemilu (yang) bawa indeks dan nilai tukar positif
Baca juga: Rupiah menguat jelang pengumuman hasil sidang MK

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2019