Hujan 2 pekan terakhir, jalan ke Lindu tertutup longsor

Hujan 2 pekan terakhir, jalan ke Lindu tertutup longsor

Ilustrasi - Pengendara melintas dengan hati-hati di jalan ambles yang menghubungkan Kecamatan Kulawi dan Lindu, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (10/12). (ANTARA/Basri Marzuki/17)

Sigi (ANTARA) - Jalan menuju sejumlah desa di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah hingga kini masih tertimbun tanah longsor akibat hujan yang terus menerus mengguyur wilayah itu selama dua pekan terakhir.

"Kami terpaksa harus kembali ke Palu karena jalan menuju daerah tujuan wisata tersebut sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan karena masih tertimbun longsor," kata seorang warga Kota Palu, Martha, di Palu, Senin.

Ia mengatakan semula akan menghadiri pesta perkawinan saudaranya di Lindu, tetapi batal karena jalan belum bisa dilewati.

Oleh karena itu, ia bersama beberapa warga lainnya yang mau menuju wilayah itu, terpaksa harus pulang ke Kota Palu.

Seorang warga Lindu, Apner yang dihubungi, membernarkan bahwa jalan ke Lindu dalam beberapa hari ini putus karena tanah longsor.

Dia mengaku ada beberapa titik longsor di daerah itu, sedangkan untuk memperbaiki kembali jalan yang tertimbun longsor perlu waktu cukup lama.

Apalagi, katanya, kalau pekerjaan pembersihan jalan dari longsor hanya secara manual, dengan tenaga manusia. Hal itu, akan sulit untuk menormalkan kembali prasarana jalan menuju Dataran Lindu tersebut.

Kecuali dibantu dengan mengerahkan alat berat, katanya, proses penyingkiran material longsor dari badan jalan akan lebih cepat dibandingkan dengan hanya menggunakan peralatan biasa.

Oleh karena itu, warga di kecamatan tersebut mendesak pemerintah untuk segera melakukan normalisasi jalan agar secepatnya bisa dilewati kendaraan.

Kecamatan Lindu, salah satu wilayah di Kabupaten Sigi yang hingga kini belum juga diterangi listrik dari PLN.

Hingga kini, masyarakat di lima desa di Kecamatan Lindu hanya menggunakan listrik tenaga surya dengan daya terbatas, sedangkan lainnya hanya menerangi malam hari menggunakan lentara.

Di Kecamatan Lindu terdapat danau yang indah dan menarik serta kawasan hutan yang masih terbilang bagus dan menjadi tempat hidup dan berkembangbiak satwa-satwa endemik, seperti babi rusa, anoa, burung maleo, burung alo, burung elang, kera hitam, kukuskus, tarsius dan ular piton.

Baca juga: Jalan ke Lindu juga putus akibat gempa
Baca juga: Di kecamatan ini PLN belum masuk, jalan juga cuma untuk motor

Pewarta: Anas Masa
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hukum Adat dan Konsep Pengelolaan Cagar Biosfer Lore Lindu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar