PBNU: Jangan politisasi perempuan bawa anjing ke masjid

PBNU: Jangan politisasi perempuan bawa anjing ke masjid

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A Helmy Faishal Zaini (kiri) berbincang dengan Pimpinan Pondok Rumi Sufi Sungai Buloh Selangor Malaysia Ustadz Faiz Hafizuddin (tengah) dan Ketua PCINU Malaysia Ustadz Ihyaul Lazib (kanan) saat bertemu dengan para santri di Pondok Rumi Sufi di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (24/12/2018). (ANTARA FOTO/Agus Setiawan)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini mendesak siapapun untuk tidak mempolitisasi peristiwa perempuan membawa anjing ke dalam masjid di Bogor.

"Tidak perlu diseret-seret kepada ranah yang di luar konteks," kata Helmy kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Dia sangat menyayangkan kejadian tersebut. Namun setiap pihak harus merunut duduk persoalan agar bijaksana menyikapi.

"Dalam konteks video tersebut sang perempuan mencari suaminya yang akan melangsungkan akad. Ini sesungguhnya masalah pribadi," kata dia.

Baca juga: Polisi tangani perkara wanita yang bawa anjing ke dalam masjid

Untuk itu, Sekjen PBNU mengajak perlunya sikap dewasa dalam menanggapi perkara tersebut. Sebagai Muslim apalagi dalam konteks negara yang bhineka harus memaafkan.

Dia mengatakan pada zaman nabi pernah ada orang Badui yang kencing di dalam masjid. Nabi memaafkan dan meminta sahabat-sahabatnya membersihkan masjid.

"Sikap Nabi Muhammad menjadi teladan kita bersama," kata dia.

Baca juga: DMI kutuk perbuatan bawa anjing ke masjid

Pada prinsipnya, kata dia, setiap pihak harus saling menghormati dan mengedepankan etika dan norma yang berlaku. Umat beragama harus saling mengindahkan norma yang berlaku.

"Untuk menghormati tempat peribadatan masing-masing. Itulah bagian dari toleransi antar umat beragama," kata dia.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar