counter

"99 Nama Cinta" hadir sebagai film pop religi

"99 Nama Cinta" hadir sebagai film pop religi

Para pemeran film "99 Nama Cinta" (ANTARA News/ho)

Jakarta (ANTARA) - Danial Rifki dan Garin Nugroho bekerja sama menggarap sebuah film religi bertajuk "99 Nama Cinta", namun kisah pada film ini lebih pop dibanding dengan genre yang serupa.

"Saat ngobrol dengan mas Garin, akhirnya timbul pemikiran untuk menggarap film ini. Kebetulan mas Garin punya cerita bagus. Dengan genre pop tapi juga bukan religi yang berat," ujar Mohmmad Soufan selaku Executive Producer MNC Pictures melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

"99 Nama Cinta" bercerita tentang Talia (Acha Septriasa) yang menganggap bahwa agama bukanlah hal utama dalam dirinya.

Talia yang menjadi produser acara gosip di sebuah stasiun televisi ini, masih memandang karir adalah tujuan utamanya.

Lika-liku Talia dalam menjalani hidup ternyata berujung pada pertemuannya dengan seorang pria bernama Kiblat (Deva Mahenra), yang perlahan mengubah cara pandang Talia dalam memaknai arti Tuhan.

Ustaz muda ini kemudian mengajarkan Talia tentang agama. Di sinilah konflik lucu dan menggemaskan terjadi, apalagi ketika Talia mencoba menghindar dari Kiblat hingga akhirnya dekat.

Untuk terlibat dalam "99 Nama Cinta", Acha mengaku harus mengikuti audisi sebanyak dua kali, namun hal tersebut dilakukannya dengan senang.

"Ada proses reading yang harus saya lewati dan itu menyenangkan. Skenario yang ditulis mas Garin indah sekali. Karena cinta juga Tuhan, dan dalam film ini, Tuhan tidak hanya bisa ditemukan di rumah ibadah saja. Tapi di mana saja. Ini pesan besarnya," kata Acha.

Selain Acha dan Deva, film garapan MNC Pictures ini juga menghadirkan aktor lain seperti Ira Wibowo, Donny Damara, Chiki Fawzie, Adinda Thomas, Susan Sameh, Dzawin dan Robby Purba. Namun film ini belum memiliki tanggal pasti untuk penayangannya.


Baca juga: Pekan Film Indonesia "La Fete du Cin Indonesien" sukses digelar

Baca juga: "Setan Jawa" akan gentayangan di Jepang

Baca juga: Produser yakin "Kucumbu Tubuh Indahku" tak mungkin diboikot

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar