Pemkab Belitung targetkan bebas dari kawasan kumuh

Pemkab Belitung targetkan bebas dari kawasan kumuh

Bupati Belitung, Sahani Saleh saat menandatangi spanduk lokakarya "kota tanpa kumuh" (babel.antaranews.com/kasmono)

program "Kotaku" secara berenjang dengan tahapan analisa berdasarkan konsultan serta peran dari masyarakat
Belitung,Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan bebas dari kawasan kumuh pada tahun 2021 melalui pelaksanaan program kota tanpa kawasan kumuh (Kotaku) di daerah itu.

"Tahun 2021 target kami menargetkan bebas dari kawasan kumuh. Di tahun 2019 ini akan kembali dilaksanakan program "Kotaku" dengan menggarap tiga kelurahan," kata Bupati Belitung, Sahani Saleh di Tanjung Pandan, Rabu.

Sejak dimulai tahun 2017 program "Kotaku" di daerah itu berhasil mengurangi luasan kawasan kumuh dari 103,17 hektare menjadi 52,90 hektare.

Menurut dia, kondisi terakhir luasan kumuh di daerah itu tersisa 52,90 hektare, terdapat di tiga kelurahan yakni Kelurahan Parit 14,61 hektare, Kelurahan Kampong Damai 5,69 hektare dan Desa Air Saga 32,60 hektare.

"Kami melaksanakan program "Kotaku" secara berenjang dengan tahapan analisa berdasarkan konsultan serta peran dari masyarakat," ujarnya.

Dijelaskan, pada tahun 2019 program "Kotaku" akan mengintervensi kawasan kumuh di tiga lokasi yakni Desa Air Saga, Kelurahan Paal Satu, dan Kelurahan Kampong Damai dengan target 27,2 hektare.

"Untuk konsep dan desainnya sudah disiapkan oleh konsultan jadi apa saja infrastruktur yang akan dibangun sudah ada perencanaan," katanya.

Ia berharap dengan pelaksanaan program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan itu, karena kawasan kumuh dinilai dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan diantaranya sampah dan banjir.

"Polemiknya banyak seperti memicu terjadinya banjir yang diakibatkan penumpukan sampah serta terganggunya saluran drainase air," ujarnya.

Baca juga: Yogyakarta yakin bisa capai target nol kawasan kumuh tahun ini
Baca juga: Kawasan kumuh Kota Mataram dibenahi dengan program "KotaKu"
Baca juga: Program Kotaku PUPR rehabilitasi situs sejarah Kerajaan Aceh

Pewarta: Kasmono
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar