counter

Info Haji

Bupati OKU lepas 430 JCH jelang keberangkatan ke Mekkah

Bupati OKU lepas 430 JCH jelang keberangkatan ke Mekkah

Ratusan JCH OKU menghadiri acara silaturahmi sekaligus pelepasan jelang keberangkatan ke Asrama Haji Palembang di pendopo rumah dinas bupati setempat (ANTARA/Edo Purmana)

Baturaja (ANTARA) - Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kuryana Azis melepas 430 jamaah calon haji (JCH) asal wilayah itu menjelang keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah guna menunaikan ibadah haji.

"Pelepasan JCH ini sekaligus silaturahmi menjelang keberangkatan ke Mekkah nanti," kata Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis saat acara pelepasan 430 JCH di pendopo rumah dinas bupati setempat di Baturaja, Rabu.

Dalam kesempatan itu, Kuryana berpesan kepada seluruh JCH agar memantapkan diri menjelang keberangkatan dengan niat yang tulus untuk menjalankan ibadah haji.

Baca juga: Pemberangkatan 8.545 JCH Sumsel-Babel dibagi 19 kloter

Selain itu, kata dia, para JCH asal Kabupaten OKU juga diimbau untuk menjaga kesehatan dan kekompakan serta mematuhi peraturan Pemerintah Arab Saudi selama menjalankan ibadah haji.

"Untuk petugas haji, saya harapkan agar memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah selama di perjalanan hingga kembali ke Tanah Air," harapnya.

Sementara, Kabag Kesra Setda OKU, Kadarisman menambahkan para JCH ini dijadwalkan bertolak dari Islamic Center Baturaja menuju embarkasi Palembang pada 9 Juli 2019 pada pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Manasik diikuti ribuan calon haji di Palembang

"Mereka akan menginap semalam dulu di Asrama Haji Palembang," katanya.

Selanjutnya, kata dia, pada 11 Juli 2019 sekitar pukul 10.00 WIB, 432 JCH gelombang I yang masuk kelompok terbang ke lima ini diberangkatkan ke Madinah untuk menjalankan ibadah haji.

Baca juga: Jamaah calon haji Sumsel minta penerapan SK Dirjen ditunda

"Kami mempersiapkan 11 unit bus serta empat dump truk guna mengangkut ratusan jamaah sekaligus mengirim koper menuju Asrama Haji Palembang," ujarnya.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar