Kemnaker minta "startup" pariwisata kembangkan ekonomi digital

Kemnaker minta "startup" pariwisata kembangkan ekonomi digital

Sekretaris Jenderal Menteri Ketenagakerjaan RI Khairul Anwar memberikan sambutan dalam Kata Data Forum X Airy di Jakarta, Rabu (3/7/2019). (ANTARA News/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta perusahaan rintisan (startup), terutama bidang pariwisata untuk mengembangkan ekonomi digital yang sesuai kebijakan prioritas pemerintah.

"Presiden sudah menetapkan arah kebijakan prioritas pembangunan. Sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas untuk mengembangkan ekonomi digital," ujar Sekretaris Jenderal Menteri Ketenagakerjaan RI Khairul Anwar dalam sambutannya dalam Kata Data Forum X Airy di Jakarta, Rabu.

Khairul mengapresiasi Airy sebagai penyedia platform jasa pariwisata berbasis teknologi yang mengembangkan tren wisata harga terjangkau (budget travel) sehingga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Kemnaker juga mengapresiasi program "Airy Community" yakni pelatihan menstandardisasi mutu layanan properti hotel atau penginapan yang berada di bawah naungannya.

Khairul menilai program itu menjadi salah satu pondasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan dapat memberi kontribusi pada dua sektor yakni pariwisata dan ekonomi digital.

"Gagasan Airy Community menjadi terobosan dalam penguatan kapasitas SDM. Karenanya, kami sangat memberikan apreasiasi. Kami dari Kementerian Tenaga Kerja akan selalu terbuka untuk sama-sama berkolaborasi," katanya.

Baca juga: Bekraf: Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan masa depan Indonesia

Khairul Anwar menambahkan pola usaha yang dikembangkan Airy juga selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 yang berfokus pada upaya peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan yang berkualitas.

Dalam Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) 2017, industri pariwisata memiliki daya serap tenaga kerja yang tergolong tinggi dengan angka 10,6 juta orang atau setara 9,03 persen dari total tenaga kerja nasional.

Meski telah menjadi sektor industri andalan negara, mayoritas pekerja dalam industri kepariwisataan berlatar belakang sekolah menengah atau lebih rendah. Data statistik dari Neraca Satelit Pariwisata Indonesia menunjukkan hanya 14,39 persen SDM pariwisata yang merupakan lulusan pendidikan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, CEO Airy Danny Handoko mengatakan memberikan pelatihan kepada 4.000 tenaga kerja bidang perhotelan di bawah naungannya melalui program Airy Community untuk meningkatkan kualitas SDM.

"Sepanjang 2019, Airy akan menjalankan rangkaian pelatihan, terutama aspek housekeeping dan front office, dengan target hingga 4.000 karyawan mitra," ujarnya. 

Baca juga: Airy latih 4.000 tenaga perhotelan guna tingkatkan kualitas

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jaksa OTT Kadispar Lombok Barat

Komentar