Pertamina siap bantu permodalan UMKM di Riau dengan biaya ringan

Pertamina siap bantu permodalan UMKM di Riau dengan biaya ringan

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I bekerja sama dengan pemda, DPRD  serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se Riau kembangkan Program Kemitraan (PK) genjot pertumbuhan UMKM.  (Vera Lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I siap membantu permodalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Riau lewat Program Kemitraan (PK) bekerjasama dengan Kabupaten/Kota, DPRD serta Dinas Koperasi, guna pengembangan usaha.

"Program ini memberi bantuan modal bergulir kepada pelaku UMKM dengan biaya administrasi sangat ringan, hanya tiga persen," kata Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo, kepada Antara di Pekanbaru, Kamis.

Roby menjelaskan pihaknya gencar menyosialisasikan program PK ini kepada UMKM, dalam bentuk 'Pertamina Road Show Program Kemitraan'. Alasannya agar UMKM tahu bahwa mereka punya andil pada ekonomi Indonesia, bahkan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun lalu sebesar 60,34 persen.

Tahun ini, Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) memprediksi kontribusi itu naik hingga 65 persen.

"Kami sudah mulai sosialisasinya di Kampar dan Indragiri Hilir," kata dia.

Roby menilai permodalan dan perbaikan manajemen UMKM masih menjadi kendala klasik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis porsi kredit UMKM di bank umum pada Maret 2019 mencapai 18,5 persen. Sementara Bank Indonesia menargetkan 20 persen.

Untuk itu Roby menambahkan PK Pertamina menyasar pengusaha UMKM yang kesulitan mendapat akses kredit perbankan.

Tak hanya itu, Pertamina juga melakukan pembinaan, peningkatan kapasitas dan dukungan pemasaran bagi UMKM mitra binaannya.

"Misalnya, pada Mei lalu UMKM mitra binaan Pertamina diikutkan dalam Indonesia Creative Product Festival (ICPF) di Kuala Lumpur. Alhasil, kini mereka mendapat pesanan dari Malaysia," tegasnya.

Sementara itu Agus Triansyah, anggota DPRD Provinsi Riau asal Kabupaten Indragiri Hilir mendukung positif kegiatan ini.

"Kabupaten kami punya potensi alam sangat besar, terutama kelapa. Kami punya visi menjadi pusat produsen dunia untuk kelapa dan produk turunannya. Tentunya ini perlu dukungan pemerintah maupun BUMN seperti Pertamina," tambah Agus.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Indragiri Hilir, Djamilah, menyerukan agar pelaku UMKM mendayagunakan kesempatan ini.

"Indragiri Hilir punya lebih dari 6.000 UMKM. Saya menghimbau agar mereka serius ingin maju, untuk memanfaatkan Program Kemitraan Pertamina ini," ujar Djamilah.

Lebih dari 350 warga hadir dalam sosialisasi di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan identifikasi, pendaftaran dan seleksi pelaku UMKM yang berminat mengikuti PK Pertamina.

Baca juga: Pertamina MOR I jamin ketersediaan avtur di Sumut pascaLebaran

Baca juga: Permintaan pertalite di Riau naik 25 persen selama mudik Lebaran

Pewarta: Vera Lusiana
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kreasi limbah akar kayu jati yang mendunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar