Petani Mukomuko tolak perpanjangan waktu pengeringan irigasi

Petani Mukomuko tolak perpanjangan waktu pengeringan irigasi

Pimpinan Komisi Irigasi Kabupaten Mukomuko menggelar rapat guna membahas usulan perpanjangan waktu pengeringan irigasi Air Manjuto dari Balai Wilayah Sungai Sumatera VII. (ANTARA Foto/Ferry Aryanto)

Hanya saja saat rapat diharapkan adanya pertimbangan dari kontraktor yang melaksanakan kegiatan pembangunan sarana fisik irigasi, dimohonkan diperpanjang
Mukomuko (ANTARA) - Masyarakat petani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menolak perpanjangan waktu pengeringan irigasi Air Manjuto untuk pengairan lahan persawahan di daerah ini. “Dengan perpanjangan waktu, kami petani tidak bisa lagi, kenapa ? karena tidak sesuai dengan surat edaran bupati terkait batas waktu terakhir pengeringan irigasi Air Manjuto di wilayah ini yakni tanggal 15 Juli 2019,” kata Ketua Gabungan Petani Pemakai Air (GP2A) Kabupaten Mukomuko Indra Topik dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis (4/7).

Ia mengatakan hal itu usai menghadiri rapat pimpinan komisi irigasi terkait dengan usulan perpanjangan waktu pengeringan irigasi Air Manjuto untuk kepentingan pembangunan berbagai infrastruktur fisik irigasi dari pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera VII.

Ia mengatakan, dari surat edaran bupati tersebut, dan hasil keputusan rapat komisi irigasi terkait jadwal pengeringan irigasi Air Manjuto sebelumnya, selanjutnya petani ingin menggunakan air irigasi.

Baca juga: Nelayan Mukomuko keluhkan dangkalnya muara sungai


Kendati demikian, ia mengatakan, hanya saja saat rapat diharapkan adanya pertimbangan dari kontraktor yang melaksanakan kegiatan pembangunan sarana fisik irigasi, dimohonkan diperpanjang.

“Tetapi saya sebagai ketua menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pemerintah desa setempat karena desa yang lebih berkompeten untuk memutuskan hal ini,” ujarnya.

Sesudah rapat ini, ia mengatakan, pihaknya hanya bisa memberi tahu kepada masyarakat petani setempat terkait dengan usulan perpanjangan waktu pengeringan irigasi Air Manjuto.

“Saya akan memberi tahu masalah ini kepada masyarakat, namun diterima atau tidak saya tidak bertanggung jawab,” ujarnya pula.

Kepala UPTD Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko Bustari mengatakan belum ada keputusan rapat terkait usulan perpanjangan waktu pengeringan irigasi.

Setelah ini, katanya, akan ada rapat lagi yang melibatkan tidak hanya pimpinan komisi irigasi di daerah ini termasuk desa, kecamatan, petani dan pihak terkait guna mencari solusi masalah ini.

Ia menilai, perpanjangan waktu pengeringan irigasi Air Manjuto ini sangat perlu dilakukan untuk menunjang kegiatan pembangunan infrastruktur fisik dalam kawasan irigasi.

Baca juga: 14 desa di Pemalang kekurangan air bersih
Baca juga: BMKG: sejumlah wilayah di DIY berstatus Awas potensi kekeringan


Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dinsos NTB antisipasi prakiraan kemarau Juli-Agustus

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar