77 anggota TNI laksanakan pengawasan teritorial di Papua dan Maluku

77 anggota TNI laksanakan pengawasan teritorial di Papua dan Maluku

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto melepas anggota Korem Bali untuk melaksanakan tugas Pengawasan Teritorial di wilayah Papua dan Maluku. (Foto: Ayu Khania Pranisitha)

Denpasar (ANTARA) - Sebanyak 77 personel Korem Bali, NTB, dan NTT melaksanakan tugas pengawasan teritorial di Papua (Kodam Kasuari dan Cendrawasih) dan Maluku (Kodam Pattimura).

"Ini merupakan tugas dari pimpinan Angkatan Darat untuk melaksanakan pengawasan teritorial untuk membuat langkah-langkah percepatan dan perkuatan di wilayah tugas Papua dan Maluku," kata Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto di Aula Makorem 163/Wira Satya, Kamis.

Baca juga: Kodam XVI/Pattimura bangun Pos Koramil Pulau Obi

Di wilayah ini, kata Pangdam, masih kekurangan personel dari segi struktur organisasi maupun sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, kodam-kodam diminta untuk mengirimkan personelnya sebagai satuan tugas.

Ia mengatakan bahwa keberadaan dari Korem 161 NTT dan Korem 162 NTB telah melaksanakan keberangkatan terlebih dahulu.

Dalam pelaksanaan ini, lanjut dia, sebagai bentuk kehormatan dan kebanggaan untuk dapat menjadi satgas teritorial. Selain itu, juga dalam melakukan pengawasan untuk wilayah Kodam Cendrawasih, Kasuari, dan Pattimura menjadi lebih kondusif dan keberadaannya lebih bermanfaat.

"Situasi yang dihadapi anggota-anggota kita untuk bersama-sama membangun satuan-satuan baru tersebut. Jadi, ini bukan tugas operasi pertempuran, ini hanya satuan tugas untuk membidangi dan membentuk satuan komando kewilayahan yang baru, kodim, dan juga beberapa koramil harus dibentuk secara bersamaan," jelasnya.

Pada pelaksanaan pelepasan 77 personel TNI ini, juga dihadiri oleh Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI Bakti Agus Fadjari.

Bakti Agus Fadjari menjelaskan bahwa pelaksanaan ini merupakan invoasi dari pimpinan AD yang inisiatif untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi AD untuk dapat menunjukkan sesuatu yang lebih demi pembangunan nasional ini.

Di wilayah tugas Papua dan Maluku, menurut dia, sangat kurang struktur organisasi dan SDM-nya. Selain itu, juga secara kuantitas masih jauh jumlahnya sehingga pimpinan AD ingin mengembangkan struktur satuan ke wilayah yang ada di tiga kodam tersebut.

Baca juga: Cegah konflik, Batalion Infantri 731/Kabaresi jaga desa Maluku

Penugasan ini, kata dia, dirancang untuk personel selama 1 tahun. Pada tahun 2020, akan dilakukan pergantian, kecuali terdapat satuan yang dibentuk lebih mandiri.

Disebutkan pula bahwa terdapat 31 kodim yang rencana akan dibuat di tiga kodam, kemudian pengiriman pasukan dari seluruh Kotama dan Balakpus di Jakarta terdapat 1.400 orang.

"Untuk masing-masing kodim, ada yang 20 personel dan 50 orang sesuai dengan kondisi kodim induknya," katanya.

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TNI AD salurkan logistik untuk korban bencana di Lebak

Komentar