BPBD DKI: potensi kebakaran saat kemarau tinggi

BPBD DKI: potensi kebakaran saat kemarau tinggi

Staf BPBD DKI Jakarta mengawasi monitor pengawas di Kantor BPBD DKI di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. (ANTARA News/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyatakan potensi kebakaran saat musim kemarau semakin tinggi, sehingga perlu kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat.

"Jadi kalau kekeringan karena kemarau dampaknya mudah timbul atau terjadi kebakaran," ujar Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo, Jumat.

Baca juga: BPBD DKI Jakarta siap pasok air bersih bagi warga
 
Berdasarkan data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta mencatat sepanjang Januari-Juni 2019 telah terjadi 823 kasus kebakaran.

Dari ratusan kejadian kebakaran tersebut telah menyebabkan kerugian dengan total mencapai Rp155,3 miliar.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah secara sembarang. Pasalnya api pembakaran sampah bisa terbawa angin lalu menyambar objek di sekitarnya yang mudah terbakar.

Terlebih bila pembakaran sampah dilakukan objek yang mudah terbakar, termasuk di lahan kosong tempat alang-alang kering berada.

"Jangan buang puntung rokok sembarangan juga, karena takutnya bara rokok yang masih menyala menyambar objek-objek kering yang mudah terbakar seperti alang-alang," kata dia.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta juga mengimbau agar masyarakat waspada akan potensi kekeringan dan kesulitan air bersih saat musim kemarau yang menurut BMKG akan terjadi hingga September 2019.

BPBD siap memasok air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Menurut dia, tanki air bersih dengan kapasitas 2.500, 4.000, dan 10.000 liter sudah bisa diterjunkan apabila terdapat laporan warga yang kekurangan air bersih.

Baca juga: DKI pun siaga kekeringan
Baca juga: Warga Muara Baru Jakut mengeluh sumur mengering

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Babel kirim relawan dan bantuan ke Lebak

Komentar