counter

Tata kelola jadi titik lemah Indonesia hadapi revolusi industri 4.0

Tata kelola jadi titik lemah Indonesia hadapi revolusi industri 4.0

Mantan Menteri Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur. (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, mengatakan tata kelola menjadi titik kelemahan pemerintah Indonesia dalam menghadapi era persaingan global, dan menghadapi dinamika Revolusi Industri 4.0.

Asman selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand) mengatakan, terdapat tiga permasalahan pokok dalam upaya memperbaiki tata kelola  pemerintahan Indonesia yakni ketidakselarasan dalam pemerintahan, bisnis proses yang tidak jelas, dan pemerintah yang kurang lincah.

"Keberhasilan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tidak akan bisa diwujudkan tanpa kehadiran pemerintah yang berkualitas," kata pada acara Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) di Medan, Sumatera Utara, Sabtu.

Oleh karena itu, dalam pembangunan 2015-2019, menurut Asnan telah ditetapkan bahwa reformasi dan tata kelola menjadi syarat perlu keberhasilan pembangunan.

"Pada tahun 2020 sampai dengan 2024, pemerintah juga meletakkan pentingnya reformasi dan tata kelola dalam prioritas pembangunannya. Karena reformasi harus terus menerus dilakukan sesuai dengan kebutuhan perubahan lingkungan startegis," ujarnya

Ia menambahkan, secara umum profil kemajuan tata kelola tersebut dapat digambarkan dari berbagai indeks seperti persepsi korupsi, Global Competitiveness Index (GCI), Ease of Doing Business (EoDB), dan Government Effectiveness Index.

"Dalam hal ini Indonesia sudah melakukan upaya reformasi dalam lima belas tahun terakhir ini," jelasnya

Hadir pada kegiatan tersebut Kabid Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri pada Puslitbang Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual Bambang Riznanto, Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Agus Tripriyono, Rektor III Universitas Andalas Hermansyah, Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPD IKA Unand) Sumatera Utara Yulizar, Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago, Dekan FE dan Bisnis UI Ari Kuncoro, Guru Besar Unand Prof. Syafruddin Karimi dan para alumni Universitas Andalas.

Baca juga: Mentan dorong penggunaan revolusi industri 4.0
Baca juga: Perguruan Tinggi siapkan prodi baru dukung Revolusi Industri 4.0
Baca juga: Rektor Unimed: Revolusi Industri 4.0 menuntut perubahan pendidikan

 

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden terima Hyundai bahas mobil listrik

Komentar