Bursa saham Australia merosot, Indeks ASX 200 dibuka turun 0,64 persen

Bursa saham Australia merosot, Indeks ASX 200 dibuka turun 0,64 persen

Pria berjalan melewati Sydney Exchange Square. ASX, Australian Securities Exchange adalah perusahaan yang mengoperasikan bursa efek Australia . ANTARA/Shutterstock/pri

Sydney (ANTARA) - Bursa saham Australia dibuka lebih rendah pada perdagangan Senin pagi, karena data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat mengguncang pasar dan mendorong pendekatan berhati-hati dari investor.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 43,20 poin atau 0,64 persen menjadi diperdagangkan di 6.708,10 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 40,50 poin atau 0,59 persen pada 6.791,30 poin.

"Angka-angka pekerjaan non-pertanian (AS) yang dirilis pada Jumat sore (5/7/2019) mengecewakan pasar," kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

"Data yang dikemas seminggu juga dapat mendorong pendekatan tunggu dan lihat hari ini."

Secara lokal, saham-saham pertambangan adalah beban terbesar di pasar, dengan sektor kesehatan dan utilitas juga cenderung lebih rendah.

Saham-saham energi dan teknologi merupakan pengecualian dengan meningkat moderat.

Di sektor keuangan, saham bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 0,57 persen, ANZ turun 0,36 persen, Westpac Bank turun 0,18 persen dan National Australia Bank turun 0,52 persen.

Saham-saham pertambangan jatuh dengan Rio Tinto turun 1,92 persen, Fortescue Metals turun 1,71 persen, BHP turun 1,62 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,81 persen.

Namun saham produsen-produsen minyak dan gas terangkat dengan Oil Search naik 0,29 persen, Santos naik 0,43 persen, dan Woodside Petroleum naik 0,30 persen.

Saham supermarket terbesar Australia bervariasi dengan Coles tidak berubah dan Woolworths turun 0,18 persen.

Sementara itu saham raksasa telekomunikasi Telstra melemah 0,13 persen, perusahaan penerbangan nasional Qantas menguat 0,35 persen dan perusahaan biomedis CSL turun 0,78 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harapan suku bunga Fed turun meredup, Bursa saham Tokyo dibuka turun

Baca juga: Melemah, dolar AS di Tokyo diperdagangkan di paruh tengah 108 yen


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar