Damkar DKI gencar sosialisasikan pencegahan kebakaran

Damkar DKI gencar sosialisasikan pencegahan kebakaran

Kepala Seksi Publikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Saepuloh (Zuhdiar Laeis)

Masyarakat diajarkan memadamkan api menggunakan karung goni yang dibasahi serta menggunakan alat pemadam api ringan (APAR)
Jakarta (ANTARA) - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta gencar menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada masyarakat seiring masih panjangnya musim kemarau.

Kepala Seksi Publikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Saepuloh di, Jakarta, Senin, menyebutkan sosialisasi digelar di tingkat rukun wilayah (RW).

Baca juga: Musim Kemarau Damkar Jakbar ajak masyarakat cegah kebakaran

Menyikapi musim kemarau panjang, ia mengakui frekuensi sosialisasi memang diperbanyak, setidaknya pada triwulan ketiga, mulai Juli-September 2019 yang dijadwalkan 178 kegiatan.

Kegiatan sosialisasi pada triwulan ketiga, terbagi atas 38 kegiatan di Suku Dinas Jakarta Pusat, 18 kegiatan di Jakarta Utara, 31 kegiatan di Jakarta Barat, 35 kegiatan di Jakarta Selatan, dan 55 kegiatan di Jakarta Timur.

Pada triwulan pertama, sosialisasi hanya dilakukan melalui 24 kegiatan, yakni enam kegiatan di Jakut, Jakbar (10 kegiatan), dan Jaktim (delapan kegiatan).

Pada triwulan kedua, sosialisasi meningkat menjadi 68 kegiatan, yakni Jakpus (16 kegiatan), Jakut (11 kegiatan), Jakbar (31 kegiatan), dan Jaktim sebanyak 10 kegiatan.

"Memang sosialisasi pada triwulan ketiga ini kami intensifkan karena masih musim kemarau. Ya, sebagai upaya pencegahan kebakaran," katanya.

Baca juga: Kebakaran gudang kembang api berhasil dipadamkan

Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran akan berlanjut hingga triwulan keempat yang dijadwalkan sebanyak 61 kegiatan sehingga tahun ini target total ada 331 kali sosialisasi.

Menurut dia, sosialisasi dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanggulangan dan pencegahan kebakaran, baik teori maupun praktik.

Secara teori, masyarakat diajarkan mengenai aktivitas berkaitan api yang aman, misalnya menggunakan elpiji untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat kebocoran gas.

"Kami ajarkan juga seandainya terjadi kebakaran, bagaimana memadamkannya. Praktik, mulai pemadaman secara tradisional menggunakan karung goni basah, hingga alat pemadam api ringan (APAR)," katanya.

Dari data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, kasus kebakaran selama musim kemarau ini memang mengalami peningkatan.

Pada Juni 2019 tercatat 159 kasus kebakaran, atau naik dari bulan-bulan sebelumnya, seperti Maret sebanyak 133 kasus, April 122 kasus, Mei 137 kasus, sementara Juli 2019 memasuki hari ketujuh sudah terjadi 34 kasus kebakaran.

Baca juga: 27 unit kendaraan pemadaman kebarakan padamkan gudang kembang api
 

 

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar