Info Haji

Subsidi akomodasi Rp1 miliar disiapkan pemda untuk calhaj Tulungagung

Subsidi akomodasi Rp1 miliar disiapkan pemda untuk calhaj Tulungagung

Suasana manasik massal dan pelepasan jamaah calon haji Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (8/7/2019). (FOTO ANTARA/Ist)

Dengan besaran subsidi itu setiap calhaj mendapat bantuan keberangkatan dan pemulangan sekitar Rp700 ribu
Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memberikan subsidi untuk akomodasi keberangkatan dan pemulangan sebanyak 1.410 calon  haji (calhaj) asal daerah itu sebesar Rp 1 miliar.

Kepastian subsidi itu disampaikan Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Bhirowo usai menghadiri kegiatan manasik dan melepas secara simbolis keberangkatan seluruh jamaah calhaj setempat di Tulungagung, Senin.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemkab memfasilitasi keberangkatan jamaah calon haji dari Tulungagung menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Demikian pula sebaliknya," katanya saat dikonfirmasi usai acara.

Dengan besaran subsidi itu, kata dia, setiap calhaj mendapat bantuan keberangkatan dan pemulangan sekitar Rp700 ribu.

Maryoto Bhirowo menjelaskan bahwa seluruh anggaran subsidi bersumber dari APBD 2019, belum termasuk anggaran keamanan dan persiapan hingga pelantikan pilkades.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkab Tulungagung Suyadi menyatakan bahwa sesuai yang diatur dalam Undang-undang, transportasi jamaah calon haji dari daerah ke asrama haji, ataupun sebaliknya dari asrama haji kembali ke daerah sepulang ibadah haji itu ditanggung oleh pemkab.

"Kebetulan tahun 2019 ini kuota Tulungagung bertambah, sehingga subsidi juga bertambah," katanya.

Tak hanya untuk transportasi, subsidi sebesar Rp700 ribu per orang juga untuk membantu penyediaan tronton pengangkut koper haji, sovenir, serta seragam peserta haji.

Menurut Suyadi, kendati telah mendapat subsidi itu, pihak KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) masih diperbolehkan melakukan pungutan untuk pemenuhan kebutuhan tambahan bagi setiap calon peserta ibadah haji, misal untuk pengadaan seragam sendiri demi membedakan dengan rombongan yang lain.

"Kalau pemkab tidak ada pungutan, kami justru subsidi. Tapi KBIH biasanya masih diperbolehkan selama dalam batasan wajar dan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama KA Kabupaten Tulungagung Ngudiono mengatakan, jumlah calhaj dari Tulungagung tercatat sebanyak 1.410 orang yang dibagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 32, 33, 34, 35 dan 36.

Kloter awal dan kloter terakhir dalam rombongan calhaj asal Tulungagung itu merupakan gabungan. Kloter 32 merupakan gabungan dengan rombongan haji Kabupaten Blitar, sementara kolter 36 merupakan gabungan dengan rombongan calhaj Kabupaten Kediri.

Sama seperti pesan yang disampaikan Bupati Maryoto Bhirowo, Kepala Kankemenag Tulungagung Ngudiono juga berpesan kepada seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk mewaspadai cuaca ekstrem di Arab Saudi yang kini suhunya menyengat hingga 52 derajat Celcius.

"Kondisi ini bisa diatasi dengan cara minum sejam sekali minimal satu gelas. Terus kalau keluar karena cuaca yang sangat panas harus diantisipasi agar tidak sampai dehidrasi dan jatuh sakit," katanya.

Kesiapan fisik, mental serta ilmu keagamaan atau spiritual juga diharapkan terus ditingkatkan seluruh calon jemaah haji agar bisa melaksanakan/menunaikan ibadah haji dengan baik, lancar dan mabrur, demikian Ngudiono. 

Baca juga: Dua calon haji Tulungagung mengundurkan diri

Baca juga: Pemkab Tulungagung upacara pelepasan keberangkatan 936 CJH

Baca juga: Daftar tunggu haji Tulungagung mencapai 15.000 orang


 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ada 13 inovasi bagi jemaah haji tahun 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar