counter

Perguruan tinggi Indonesia berpotensi kerja sama dengan India-Jerman

Perguruan tinggi Indonesia berpotensi kerja sama dengan India-Jerman

Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Illah Sailah pada pertemuan dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Senin (8/7/2019) (Bambang Purwanto)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III sedang merintis kerja sama internasional dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri, terutama India, Jepang dan Jerman. “Sejak 2018 LLDIKTI Wilayah III merintis kerja sama internasional, terutama dengan perguruan tinggi India, Jepang dan Jerman karena mereka memiliki sejumlah kelebihan,” kata Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Illah Sailah pada pertemuan dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Senin.

Illah menjelaskan bahwa kegiatan penelitian di perguruan tinggi India sangat masif dengan banyaknya jumlah buku dan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen.

“Selain itu perguruan tinggi India memiliki kesamaan sistem dengan Indonesia sehingga kita bisa saling berbagi,” imbuhnya.

Adapun kerja sama dengan perguruan tinggi Jepang dianggap berpotensi dan menguntungkan bagi Indonesia karena bidang “engineering” atau keteknikan di negeri matahari terbit tersebut sangat maju.

“Bidang engineering di Jepang sangat kuat. Selain itu mereka juga menerapkan sistem pendidikan yang tidak mengenal ‘ranking’ atau peringkat. Dan mereka mempertahankan sistem ini sebagai bagian dari identitas mereka,” ujar Illah.

Sementara itu, kerja sama dengan perguruan tinggi Jerman, menurut dia, terus diupayakan meningkat dan meluas karena dunia pendidikan tinggi di negara Eropa barat itu sangat mempehatikan pasar tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca juga: Jumlah PTS di Jakarta berkurang pada 2019
Lebih lanjut Illah menjelaskan bahwa Uzbekistan juga menjadi sasaran kerja sama internasional karena sebagai negara berpopulasi jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia, yakni 33 juta jiwa, serta baru saja lepas dari Rusia, banyak perguruan tinggi di negara tersebut yang sangat bersemangat membangun kerja sama dengan mitra mereka di tanah air.

“Banyak perguruan tinggi di Uzbekistan yang berkualitas yang ingin bekerja sama dengan kita. Kerja sama internasional ini memberikan nilai yang besar bagi akreditasi perguruan tinggi,” ujar dia, seraya menambahkan bentuk kerja sama tersebut dapat berupa kegiatan kuliah “dual degree”, “joint research” bagi mahasiswa dan dosen serta seminar.

Dia menekankan bahwa kini kebanggan perguruan tinggi adalah ketika telah mampu membuka penerimaan mahasiswa asing dan mengirim dosen untuk mengajar di perguruan tinggi di luar negeri.

Saat ini ada 316 perguruan tinggi di wilayah kerja LLDIKTI III. Dari jumlah tersebut, 133 perguruan tinggi telah mendapatkan akreditasi institusi, yang terdiri atas akreditasi A sebanyak 12, akreditasi B 65, dan 56 perguruan tinggi mendapatkan akreditasi C.

Sementara itu, dari 1.808 program studi, 64 persen atau 1.157 mendapat akreditasi B.
Baca juga: Lulusan perguruan tinggi harus punya sertifikat kompetensi
Baca juga: Akademisi: Litbang perguruan tinggi dukung kemajuan negara


Pewarta: Bambang Purwanto
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kampus-kampus Indonesia mesti kerja sama di Timur Tengah

Komentar