Belasan ribu wisatawan nikmati "matahari terbenam" di Tanah Lot

Belasan ribu wisatawan nikmati "matahari terbenam" di Tanah Lot

Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) di kawasan Wisata Pura Tanah Lot, Tabanan, Bali, Jumat (5/7/2019). Destinasi wisata tersebut selalu ramai pengunjung baik wisatawan asing maupun domestik terutama saat musim libur. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/aww. (ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRI)

Sebelum masa libur sekolah, kunjungan wisatawan per harinya mencapai 7.000 sampai 8.000 pengunjung. Wisatawan domestik yang menikmati masa libur sekolah ini didominasi wisatawan yang datang dari Provinsi Jatim, dan Jateng. Untuk wisatawan mancanegara
Tabanan (ANTARA) - Belasan ribu wisatawan menikmati keindahan panorama objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, dengan berswafoto dengan latar belakang keindahan "sunset" (matahari terbenam) di tengah pantai, guna mengisi liburan sekolah di objek wisata tersebut.

Koresponden Antara di lokasi, Selasa (9/7), melaporkan saat air laut mengalami pasang di areal kawasan objek wisata yang berlokasi Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan itulah, wisatawan domestik dan mancanegara berbaur menuju areal pantai untuk lebih dekat mengabadikan momen libur mereka dengan berdiri membelakangi Pura Luhur Tanah Lot yang ada di tengah pantai.

Selain berswafoto di beberapa titik lokasi kawasan itu dengan kondisi air laut pasang, para pelancong juga tetap bertahan untuk menunggu momen dimana matahari terbenam (sunset).

Baca juga: Gara-gara tiket pesawat naik, kunjungan wisatawan ke Tanah Lot turun

General Manajer Tanah Lot, Toya Adnyana, mengatakan pada musim libur sekolah ini kunjungan wisatawan ke objek wisata Tanah Lot mengalami peningkatan hingga 25 persen, karena angka kunjungan wisatawan pada Minggu (7/7) mencatat 12 ribu pengunjung/hari.

"Sebelum masa libur sekolah, kunjungan wisatawan per harinya mencapai 7.000 sampai 8.000 pengunjung. Wisatawan domestik yang menikmati masa libur sekolah ini didominasi wisatawan yang datang dari Provinsi Jatim, dan Jateng. Untuk wisatawan mancanegara didominasi oleh negara China," katanya.

Terkait gelombang tinggi yang menerjang perairan Bali, ia mengatakan hal itu berdampak terhadap kondisi di areal pantai kawasan Tanah Lot.

"Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami menerapkan pengamanan di sekitar areal bibir pantai dengan melibatkan petugas pengamanan sebanyak 30 personel yang terdiri dari polisi, balawista dan penjaga pantai," katanya.

Hingga kini, pihaknya masih memantau perkembangan terkini dari gelombang tinggi dari BMKG dan jika tinggi gelombang mencapai 2 sampai 3 meter, maka areal pantai akan ditutup untuk sementara waktu.

Baca juga: Begini cara wisatawan nikmati air surut di Tanah Lot Bali

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Pande Yudha
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar