Produk UMKM Sumbar berpotensi jadi komoditas ekspor

Produk UMKM Sumbar berpotensi jadi komoditas ekspor

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Dody Edward di Padang. (ANTARA SUMBAR/ Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sumatera Barat memiliki potensi untuk menjadi komoditas ekspor ke sejumlah negara.

"Selama ini ekspor dari Sumbar didominasi bahan mentah seperti gambir atau karet. Ke depan harus ada perubahan. Produk UMKM juga punya potensi," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu usai sosialisasi pemanfaatan akses pasar oleh pelaku usaha di Padang.

Produk yang memiliki potensi itu seperti hasil kerajinan maupun kuliner seperti rendang memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki banyak daerah sehingga berpeluang untuk diekspor.

Namun, untuk bisa masuk ke pasar dunia, pemilik usaha harus bisa mengembangkan produknya dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk membuka akses serta memperbaiki kemasan supaya lebih menarik.

"Kualitas juga harus diutamakan agar bisa bersaing dengan produk dari daerah lain," katanya.

Standar kualitas harus ada dan dijadikan pedoman untuk semua produk sehingga konsumen di luar negeri tidak kecewa.

Rendang menurutnya memiliki syarat untuk menjadi produk UMKM unggulan untuk ekspor karena rasanya juga tidak kalah dengan makan daging stik yang ada di Eropa dan memiliki ketahanan sangat lama.

"Saat ini untuk rendang kita baru ekspor bumbu dan rempah saja. Kita ingin produknya tidak hanya bumbu saja, tetapi semuanya termasuk dagingnya. Apalagi, produk itu masuk ke mal yang ada di beberapa negara. Itu lebih bagus lagi, makanya kita minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar untuk fokus dalam hal ini," katanya.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Dody Edward mengungkapkan, pihaknya akan melakukan tindak lanjut dari usulan Gubernur Sumbar terkait dengan usulan produk rendang itu.

Tetapi agar terealisasi mesti ada kerjasama kedua belah pihak, karena setiap negara memiliki standar tertentu agar produk Indonesia dapat masuk ke pasar-pasar yang ada disana.

"Standar itu adalah syarat mutlak baik dalam bahan baku, maupun rasa. Negara tujuan juga punya syarat untuk produk yang akan masuk. Karena itu kita akan upayakan agar syarat yang diminta berapa negara tujuan itu dapat dipenuhi oleh produsen," katanya.*


Baca juga: Sumbar imbau UMKM perhatikan strategi pemasaran rendang

Baca juga: Mengingat Hatta dan memajukan UMKM Sumbar

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ekspor Desember 2020 capai US$14,63 miliar, tertinggi sejak 2013

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar