counter

Resensi film

"Dua Garis Biru", drama remaja tentang cinta dan tanggung jawab

"Dua Garis Biru", drama remaja tentang cinta dan tanggung jawab

Poster "Dua Garis Biru" (dok. Starvision)

Jakarta (ANTARA) - Film "Dua Garis Biru" menceritakan tentang Dara (Zara Adhisty) dan Bima (Angga Yunanda) yang tengah menjalin kasih di usia remaja, 17 tahun, dan sama-sama menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Dara digambarkan sebagai siswi yang memiliki nilai akademis sangat baik di sekolah, dan berasal dari keluarga terpelajar. Sebaliknya, Angga bukanlah murid spesial seperti kekasihnya itu.

Perbedaan tersebut tidak menghalangi mereka untuk memadu kasih. Mereka bisa menjadi diri sendiri, nyaman dengan satu sama lain. Hingga akhirnya pada suatu titik, muncul keberanian baru di antara mereka.

Keduanya melanggar batas tanpa tahu konsekuensinya.

Dara dan Bima, yang merasa sudah siap menjadi dewasa, harus berusaha menjalani tanggung jawab atas pilihan mereka dan menghadapi segala konsekuensinya.

Keluarga yang amat mencintai mereka lalu tahu dan memaksa masuk dalam pilihan mereka.

Balutan emosi berhasil dikemas oleh Gina S. Noer dalam film pertama yang ia sutradarai ini. Tak hanya konflik, terdapat dialog-dialog dan guyonan ringan ala anak SMA yang mengocok perut dan menambah nilai hiburan dari film ini.
 
Poster "Dua Garis Biru" (dok. Starvision)


Alur cerita yang disampaikan Gina, digabung dengan teknik-teknik pengambilan gambar yang variatif membuat film ini tak hanya runtut dalam story telling, tapi juga menyuguhkan dinamika emosi tersendiri untuk penonton.

Didukung dengan penampilan aktor dan aktris nasional seperti Lulu Tobing (Rika), Cut Mini (Yuni), Dwi Sasono (David), hingga Arswendy Bening Swara (Rudy), semakin memberikan warna drama dalam jalannya cerita.

"Dua Garis Biru" bukanlah film yang menceritakan indahnya kisah cinta remaja, namun juga memberikan gambaran mengenai batasan tentang sebuah hubungan, yang bukan hanya harus diketahui anak, tapi juga membutuhkan peran orang tua untuk membimbing anak-anaknya.

Film yang naskahnya membutuhkan pengerjaan selama sembilan tahun ini dapat menjadi pilihan film yang tepat untuk ditonton bersama keluarga dan menjadi sebuah wadah diskusi baru bagi anak dan orang tua.

Kisah Dara dan Bima dapat disaksikan di layar lebar seluruh Indonesia mulai 11 Juli mendatang.


Baca juga: Sempat dikecam, ini tanggapan sutradara "Dua Garis Biru"

Baca juga: Zara JKT48 sempat minder berakting di "Dua Garis Biru"

Baca juga: Absen 7 tahun, Lulu Tobing gugup saat kembali berakting

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar