ACT Sumsel dirikan posko respon cepat di lokasi 107 rumah terbakar

ACT Sumsel dirikan posko respon cepat di lokasi 107 rumah terbakar

Posko respon cepat ACT Sumsel di lokasi 107 rumah terbakar Kecamatan Kertapati Palembang, Rabu (10/7) (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap Sumatera Selatan langsung mendirikan posko respon cepat di lokasi 107 rumah terbakar tidak lama setelah api padam.

Branch Manager ACT Sumsel, Ardiansyah, Rabu, mengatakan timnya segera mendistribusikan makanan cepat saji untuk memenuhi kebutuhan darurat para korban mengingat hampir semua rumah ludes tak tersisa.

"Insyaallah kami akan menyalurkan kebutuhan darurat sampai satu minggu ke depan," ujar Ardiansyah kepada Antara.

Sebelumnya kebakaran hebat menghanguskan 107 unit rumah di empat RT sekaligus di Jalan Kemas Rindo Kelurahan Ogan Kecamatan Kertapati Kota Palembang, rata-rata rumah yang terbakar merupakan semi permanen dari kayu.

Diduga kebakaran akibat arus pendek listrik dari salah satu rumah warga, beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

Akibatnya sekitar 132 kepala keluarga dengan 532 jiwa harus kehilangan harta benda dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat sembari mengais sisa-sisa kebakaran yang masih bisa dimanfaatkan.

"Saat ini para korban membutuhkan kebutuhan logistik seperti makanan ringan cepat saji, bahan pangan pokok (beras, minyak, telur, dan sebagainya), perlengkapan sekolah, pakaian dalam, perlengkapan shalat, air bersih, pakaian layak pakai, popok bayi, pembalut, obat-obatan, dan makanan bayi," jelasnya.

ACT Sumsel siap menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang ingin membawa langsung bantuan ke lokasi kebakaran, atau dapat melalui transfer dana ke BNI Syariah 66 0000 5505 dan Mandiri 127 000 781 6612 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap.

"Jangan lupa nominal transfer ditambahkan 700 untuk 3 angka paling belakang, misalnya 1.000.7000 atau 50.700. Untuk informasi update terkini bisa menghubungi call center ACT Sumsel 0813 6900 7979," demikian Ardiansyah.

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar