Prasetiya Mulya hadirkan pakar penyelenggara "event" besar

Prasetiya Mulya hadirkan pakar penyelenggara "event" besar

Member of Universitas Prasetiya Mulya Hanesman bersama pakar-pakar d ibidang "event", di antaranya Vice Presiden Sales and Partnership Andhika Soetalaksana, Project Officer Meranoia Fest Hasyim Arif, dan Head of Media Promo Meranoia Fest Daffa Ananda. (Foto: Ganet Dirgantoro)

Jakarta (ANTARA) - Belajar untuk menyelenggarakan event (kegiatan) besar, Universitas Prasetiya Mulya menghadirkan pakar-pakar yang sudah memiliki pengalaman di bidangnya untuk berbagi pengetahuan.

"Kami punya program studi (prodi) di bidang event diharapkan lulusannya memiliki bekal untuk menciptakan kegiatan mulai dari awal (perencanaan) sampai event tersebut terselenggara," kata Faculty Member Prasetiya Mulya Hanesman Alkhair di Tangerang, Rabu.

Untuk itu, Prasetiya Mulya menghadirkan pakar-pakar di bidangnya, di antaranya Vice Presiden Sales and Partnership Andhika Soetalaksana, Project Officer Meranoia Fest Hasyim Arif, dan Head of Media Promo Meranoia Fest Daffa Ananda.

Sementara itu Andhika mengatakan bahwa keberhasilan suatu event besar berkaitan erat dengan manajemen penjualan tiket, baik itu secara daring (online) maupun di tempat tentunya dengan menghindarkan terjadinya risiko seperti tiket palsu.

Baca juga: Jateng paparkan potensi unggulan pada "Bussiness Networking Event"

"Selaku penyelenggara tiket, kami bertanggung jawab terjualnya tiket sampai akhir penjualan, pembayaran pajak, dan laporan penjualan. Memang lingkupnya kelihatan kecil namun potensinya besar," ujarnya.

Andhika menyebutkan minimal dalam setahun terdapat 54 event besar dengan menghadirkan penyanyi besar dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak ini tentunya merupakan pasar yang sangat besar.

"Banyak teman saya yang merupakan event creator baru pertama kalinya menyelenggarakan event besar dan ternyata sukses. Kebanyakan dari mereka merupakan anak-anak muda,"  katanya.

Dia juga mengingatkan yang paling penting dalam menyelenggarakan suatu kegiatan besar di samping persoalan dana, sponsor, dan artis yang akan diundang, yang paling penting adalah pemasarannya.

Baca juga: Aceh Culinary Festival masuk kategori Top Event Kemenpar

Sementara itu, Daffa Ananda mengatakan bahwa upaya menekan biaya promosi namun pasar dapat tergarap, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial, saat ini banyak buzzer influencer memang bisa menggarap hal tersebut.

Andikha mengakui untuk suksesnya suatu kegiatan besar penting untuk menghadirkan penyandang dana di belakangnya, terutama untuk menutup uang muka venue, pembayaran artis, setelah itu dapat memanfaatkan tiketing untuk menjaga arus kas.

Andihka optimistis pada tahun 2019 event akan tumbuh sebesar 20 persen dengan jumlah kegiatan mencapai 250.000-an.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar