counter

Rupiah menguat seiring sinyal pelonggaran moneter bank sentral AS

Rupiah menguat seiring sinyal pelonggaran moneter bank sentral AS

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/am (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Penguatan rupiah pagi ini karena 'impact' testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell tadi malam
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis pagi, menguat seiring sinyal "dovish" atau kebijakan moneter longgar oleh bank sentral AS The Federal Reserve

Pada pukul 10.50 WIB, rupiah menguat 67 poin atau 0,47 persen menjadi Rp14.065 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.132 per dolar AS.

"Penguatan rupiah pagi ini karena 'impact' testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell tadi malam," kata analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Kamis.

Powell menegaskan bahwa Fed akan bertindak sebagaimana mestinya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi AS.

Ketidakpastian perdagangan dan kekhawatiran seputar ekonomi global terus membebani prospek ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi AS tampak melambat di kuartal kedua tahun ini.

Pertumbuhan investasi bisnis yang melambat mencerminkan kekhawatiran seputar ketegangan perdagangan dan pertumbuhan global yang lambat.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini, menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.189 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.152 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah seiring harapan The Fed turunkan suku bunga
Baca juga: Ketua Fed sebut ketegangan perdagangan bebani ekonomi Amerika Serikat
Baca juga: Risalah Fed sebut penilaian agar suku bunga turun menguat

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polres Kuningan amankan narkoba senilai 1 miliar Rupiah

Komentar