counter

Pedagang akik Rawa Bening berkurang 30 persen

Pedagang akik Rawa Bening berkurang 30 persen

Pengunjung melewati deretan kios yang tutup di salah satu lorong Pasar Rawa Bening atau Jakarta Gems Centre, Jakarta, Kamis (11/7/2019). (ANTARA News/Zuhdiar Laeis)

Jakarta (ANTARA) - Seiring dengan memudarnya tren batu akik, jumlah pedagang batu akik di Pasar Rawa Bening atau Jakarta Gems Centre saat ini berkurang sekitar 30 persen.

"Dulu, pas tren-trennya batu akik, di sini ada 900-1.000-an pedagang," kata Kepala Pasar Rawa Bening Jakarta Dede Waskita di Jakarta, Kamis.

Saat ini, jumlah pedagang batu akik yang masih setia berjualan di Pasar Rawa Bening sekitar 700-750 orang, termasuk perajin yang membuka jasa gosok batu akik.

Meski jumlah pedagang menyusut, pasar Jakarta yang dikenal sebagai sentra batu mulia se-Asia Tenggara itu tetap tak kehilangan pamornya.

Di lantai dua, terlihat beberapa kios yang kosong, namun pada pengunjung terlihat masih berseliweran. Apalagi di lantai satu yang masih padat pedagang dan pembeli datang silih berganti.

Setiap hari, pasar masih tetap banyak dikunjungi pengunjung yang mencari batu akik untuk sekadar koleksi maupun oleh-oleh untuk kerabat meski tak seramai dulu.

"Rawa Bening masih tetap eksis sebagai pasar batu. Ya, istilahnya bagi yang bener-bener penghobi batu akik. Apalagi, batu mulia kan masih stabil pasarnya," katanya.

Baca juga: Pasar Rawa Bening rencanakan kontes akik tahun depan
Baca juga: Aktivitas Pasar Batu Rawa Bening kembali normal
Baca juga: Pesona batu akik "Black Jade" di Pekan Raya Jakarta
Baca juga: Sentra akik dan pasar burung siap dibangun di Dolly Surabaya


Para pedagang yang tersisa, kata Dede, mayoritas pedagang lama, sementara para pedagang baru yang dulu muncul saat tren sudah tidak ada lagi.

"Dulu saat booming kan ada pedagang baru. Lha kalau sekarang tinggal pedagang lama yang punya pelanggan tetap," katanya.

Sementara itu, sejumlah pedagang di Pasar Rawa Bening juga mengakui turunnya omzet dibandingkan saat booming batu akik beberapa waktu lalu.

"Dulu, paling dikit dapat Rp2 juta per hari, bahkan bisa Rp6 juta per hari. Sekarang, kadang enggak dapat sama sekali," kata pemilik President Art Stone, Sandi Sadewo.

Pedagang lain yang enggan disebut namanya mengaku sekarang pembeli yang datang adalah pelanggan dan penggemar.

"Beda sama dulu, orang-orang baru pada datang. Sekarang, langganan sama orang-orang yang penghobi batu," kata pemilik Zaidan Gems.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sepi pesanan, perajin akik turunkan ongkos pembuatan

Komentar