counter

Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara aktif kelola sektor UKM

Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara aktif kelola sektor UKM

Sejumlah produk UKM Ternate dipasarkan di swalayan Taranoate (ANTARA/Abdul Fatah)

Tentunya, dengan adanya pengembangan UKM dan koperasi bisa menggairahkan perekonomian dengan menyerap tenaga kerja
Ternate (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) aktif mengelola pengembangan sektor Usaha Kecil Menengah dan Koperasi guna meningkatkan produktifitas ekonomi masyarakat setempat

"Tentunya, dengan adanya pengembangan UKM dan koperasi bisa menggairahkan perekonomian dengan menyerap tenaga kerja," kata Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, Safitri Sangadji di Ternate, Jumat.

Menurut dia, dalam momentum hari Koperasi 72 tahun ini, institusinya terus mengembangkan berbagai sektor pengembangan UKM seperti perdagangan, industri, jasa, perikanan, aneka usaha, peternakan dan pertanian.

Dia menyatakan, dalam setahun terakhir, Dinas Koperasi dan UKM mencatat dari 12.795 unit UKM mampu menyerap sebanyak 21.030 tenaga kerja lokal dan ini tentunya bisa menekan tingginya angka pengangguran di Ternate.

Safitri mencontohkan, untuk sektor perdagangan misalnya, dari delapan kecamatan yang tersebar di wilayah Ternate terdapat 8.668 unit UKM mampu menyerap 12.293 tenaga kerja, sektor industri 1.890 unit mampu menyerap 4.906 tenaga kerja, sektor jasa 1.650 unit dengan 2.268 tenaga kerja serta sektor perikanan dengan 525 UKM mampu menyerap 1.517 tenaga kerja.

"Kami mencatat pula untuk sektor peternakan sebanyak 14 unit menyerap 39 tenaga kerja, sehingga kehadiran UKM ini bisa bangkitkan roda perekonomian masyarakat setempat," kata Safitri.

Sebelumnya, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) Malut membangun sejumlah kawasan ekonomi dalam meningkatkan produktifitas usaha UKM.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Malut, Karim Do Soleman ketka dikonfirmasi mengakui, pihaknya telah pembangunan kawasan induk pengolahan minyak kelapa merupakan jawaban atas tuntutan masyarakat mengenai anjloknya harga kopra.

Oleh karena itu, Gubernur Malut menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM menganggarkan pengadaan peralatan-peralatan terkait dengan pengolahan minyak kelapa.

Selain itu, Dinas Koperasi telah membentuk enam unit pengolahan minyak kelapa yang tersebar di empat kabupaten, yakni Halmahera Selatan (Halsel), Halmahera Utara (Halut), Pulau Taliabu dan Halbar sebagai induk.

 

Profesional, kunci sukses koperasi pedoman

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar