counter

Info Haji

60 persen JCH kloter pertama embarkasi Medan berisiko tinggi

60 persen JCH kloter pertama embarkasi Medan berisiko tinggi

Jamaah calon haji kloter pertama Embarkasi Medan melakukan pemeriksaan kesehatan. (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus).

"Kita perhitungkan sekitar 60 persen jamaah calon haji risiko tinggi. Bahkan, ada sepuluh orang yang memang duduk di kursi roda," kata Ketua Kloter pertama Embarkasi Medan, Erwin Pinayungan
Medan (ANTARA) - Sekitar 60 persen dari 388 orang jamaah calon haji (JCH) yang diberangkatkan melalui embarkasi Medan pada kelompok terbang (Kloter) pertama, masuk kategori risiko tinggi.

"Kita perhitungkan sekitar 60 persen jamaah calon haji risiko tinggi. Bahkan, ada sepuluh orang yang memang duduk di kursi roda," kata Ketua Kloter pertama Embarkasi Medan, Erwin Pinayungan, Jumat (13/7).

Ia menambahkan, hal ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi para petugas yang mendampingi para jamaah calon haji di kloter pertama.

"Mudah-mudahan kami sebagai petugas bisa melaksanakan tugas menyertai jamaah. Insya Allah jamaah dari mulai keberangkatan dan kepulangan sehat walafiat, dan bisa melaksanakan ibadah haji baik itu yang wajib maupun yang sunah," ujarnya.

Baca juga: 5 persen jamaah calon haji Kabupaten Blitar masuk risiko tinggi Sementara itu, Kasubbag Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara Abdul Azim, mengimbau kepada para jamaah calon haji, untuk tetap menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.

"Jaga pola makan, istirahat yang cukup, juga diimbau banyak meminum air putih ketika berada di tanah suci, apalagi suhunya cukup ekstrem," ujarnya.

Tercatat jumlah jamaah calon haji pada kloter pertama ini sebanyak 388 Calhaj, ditambah dengan lima orang petugas akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (12/7) sore, dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia dengan Nomor Penerbangan GA 3101.

Baca juga: 44 persen calon haji 2019 berisiko tinggi kesehatan
Baca juga: 5.000 jemaah haji Jabar kategori risiko tinggi


   

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengerjaan instalasi dan fasilitas tenda wukuf dikebut

Komentar