counter

Bantuan korban kebakaran Tebet terus mengalir

Bantuan korban kebakaran Tebet terus mengalir

Suasana posko pengungsian korban kebakaran Kampung Bali Matraman, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Berbagai bantuan untuk 778 korban kebakaran di Kampung Bali Matraman, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, terus berdatangan di posko pengungsian dan beberapa titik dapur umum di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Alhamdulillah bantuan terus ada, malah kami merasa lebih dari cukup, banyak sekali pakaian dan makanan," ujar Lastri, salah satu korban pascakebakaran di posko pengungsian Sekolah Dasar Negeri 05 Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat.

Baca juga: Korban kebakaran Tebet masih harapkan bantuan seragam sekolah

Bantuan-bantuan meliputi makanan, air bersih, pakaian, hingga beberapa perlengkapan sekolah dari berbagai pihak seperti dinas-dinas dan organisasi-organisasi telah diterima para korban di tempat pengungsian secara tertib dan merata.

Menurut Camat Tebet, Dyan Airlangga, bantuan datang dari organisasi-organisasi hingga BUMN. Bantuan yang diberikan antara lain layanan kesehatan, makanan, material, dan sebagainya.

Untuk makanan pengungsi, lanjut Dyan, setiap harinya sudah disiapkan 3000 bungkus, untuk tiga kali makan, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam.

Meski demikian, beberapa korban tak menampik bahwa masih ada beberapa bantuan yang diperlukan oleh mereka. Terlebih, terdapat kemungkinan relokasi para korban dari Sekolah Dasar Negeri 05 Manggarai dalam waktu dekat.

"Bantuannya sangat banyak dari banyak pihak. Hanya saja kami rasa juga butuh seperti beras, mi instan, buat nanti pas kita pindah dari sini. Kan SD (sekolah dasar)nya mau dipakai Senin besok," kata korban lain dari RT 13, Pena.

Sementara itu, Camat Tebet Dyan Airlangga membenarkan adanya relokasi para korban pada Minggu ini. Menurut dia, telah dilakukan pemetaan antisipasi kemana korban-korban tersebut akan dipindahkan.

"Minggu besok (14/7), saya harap pembersihan sudah bisa selesai. Jadi, hal ini juga untuk mengurangi (pengungsi) di tempat pengungsian juga. 'Kan Senin anak-anak sudah pada masuk sekolah. Antisipasinya nanti akan dibangun dua tenda di Masjid Al-Falah, dan di perpustakaan RT 06," terang Dyan.

Kegiatan pembersihan sisa puing-puing kebakaran di Kampung Bali Matraman, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan yang dimulai pada hari ini, dibantu dengan tiga truk, 80 orang personil kebersihan di hari Jumat dan Sabtu, serta 150 personil kebesihan di hari Minggu (14/7).

Selain masyarakat RW 07, kegiatan ini turut dibantu oleh Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU), TNI, Polri, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Kehutanan, Satpol PP, Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD). Berbagai bantuan untuk 778 korban kebakaran di Kampung Bali Matraman, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, terus berdatangan di posko pengungsian dan beberapa titik dapur umum di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Alhamdulillah bantuan terus ada, malah kami merasa lebih dari cukup, banyak sekali pakaian dan makanan," ujar Lastri, salah satu korban pascakebakaran di posko pengungsian Sekolah Dasar Negeri 05 Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat.

Bantuan-bantuan meliputi makanan, air bersih, pakaian, hingga beberapa perlengkapan sekolah dari berbagai pihak seperti dinas-dinas dan organisasi-organisasi telah diterima para korban di tempat pengungsian secara tertib dan merata.

Menurut Camat Tebet, Dyan Airlangga, bantuan datang dari organisasi-organisasi hingga BUMN. Bantuan yang diberikan antara lain layanan kesehatan, makanan, material, dan sebagainya.

Untuk makanan pengungsi, lanjut Dyan, setiap harinya sudah disiapkan 3000 bungkus, untuk tiga kali makan, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam.

Meski demikian, beberapa korban tak menampik bahwa masih ada beberapa bantuan yang diperlukan oleh mereka. Terlebih, terdapat kemungkinan relokasi para korban dari Sekolah Dasar Negeri 05 Manggarai dalam waktu dekat.

"Bantuannya sangat banyak dari banyak pihak. Hanya saja kami rasa juga butuh seperti beras, mi instan, buat nanti pas kita pindah dari sini. Kan SD (sekolah dasar)nya mau dipakai Senin besok," kata korban lain dari RT 13, Pena.

Sementara itu, Camat Tebet Dyan Airlangga membenarkan adanya relokasi para korban pada Minggu ini. Menurut dia, telah dilakukan pemetaan antisipasi kemana korban-korban tersebut akan dipindahkan.

Baca juga: Camat Tebet jadwalkan kerja bakti massal di lokasi kebakaran

"Minggu besok (14/7), saya harap pembersihan sudah bisa selesai. Jadi, hal ini juga untuk mengurangi (pengungsi) di tempat pengungsian juga. 'Kan Senin anak-anak sudah pada masuk sekolah. Antisipasinya nanti akan dibangun dua tenda di Masjid Al-Falah, dan di perpustakaan RT 06," terang Dyan.

Kegiatan pembersihan sisa puing-puing kebakaran di Kampung Bali Matraman, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan yang dimulai pada hari ini, dibantu dengan tiga truk, 80 orang personil kebersihan di hari Jumat dan Sabtu, serta 150 personil kebesihan di hari Minggu (14/7).

Selain masyarakat RW 07, kegiatan ini turut dibantu oleh Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU), TNI, Polri, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Kehutanan, Satpol PP, Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD).

Baca juga: Pengungsi korban kebakaran Tebet butuh bantuan seragam sekolah
Baca juga: Disdukcapil sediakan mobil pelayanan keliling untuk korban kebakaran

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

4 gunung di wilayah Sekar Kijang terbakar

Komentar