counter

DKI Jakarta tambah 500 kader pertanian kota

DKI Jakarta tambah 500 kader pertanian kota

Sejumlah peserta mengikuti pelatihan pertanian perkotaan di Kebun Cagar Buah Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019). ANTARA/Aditya Pradana Putra/aa

Jakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta menargetkan dapat menciptakan 500 kader baru pertanian perkotaan (urban farming) pada 2019.

"Sebelumnya sepanjang 2016-2018 kami sudah mencetak 600 kader melalui program penghijauan gang kota," kata Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Taufik Yulianto di Condet, Jakarta Timur, Jumat.

Pada 2019, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih memfokuskan program penghijauan melalui pembentukan kader pertanian kota melalui Karang Taruna dan penggiat Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kampung-kampung.

"Salah satu langkah kami lakukan adalah memberikan pelatihan kepada mereka, sejak pembibitan, penanaman, panen, hingga proses pemasaran," kata Taufik.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan berupa unit instalasi hidroponik kepada peserta yang terpilih mengikuti pelatihan pertanian kota tersebut.

"Untuk program penghijauan kota sendiri kami menyasar sejumlah lahan, seperti sekolah, rumah susun, lahan tidur (bantaran sungai), perkantoran dan gedung pemerintahan," kata dia.

Nantinya para kader pertanian kota yang sudah dibekali ilmu ini akan menebarkan wawasan mereka ke warga lainnya atau saudara mereka sehingga jumlah lahan pertanian kota semakin bertambah dan pelaksanaan program penghijauan Jakarta dapat terus berkembang secara positif.

Baca juga: Hidroponik solusi di tengah semakin sempitnya lahan
Baca juga: Hidroponik mulai diminati masyarakat perkotaan
Baca juga: Pemkab Tangerang uji coba program pertanian perkotaan


Pakar pertanian kota dari Fruitable Farm, Andro Tunggul Namuretha mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam mencetak kader pertanian kota.

"Selain berkontribusi pada program penghijauan kota, urban farming juga menjadi cara untuk meningkatkan kesejahteraan warga," kata dia.

Menurut dia, sejumlah teknik yang digunakan dalam pertanian kota, seperti hidroponik, aquaponik dan micro green (memanen tanaman sayur muda), menghasilkan hasil sayur maupun buah yang lebih sehat karena minim atau bahkan tidak sama sekali, menggunakan pupuk kimia maupun pestisida.

Dengan kecenderungan masyarakat perkotaan mengikuti pola hidup sehat dengan konsumsi hasil pertanian organik,  pertanian perkotaan merupakan salah satu cara untuk lebih mendekatkan produsen ke konsumen.

"Sebaiknya ini bisa ditangkap sebagai peluang bagi penggiat pertanian kota di Jakarta," kata Andro.

Pewarta: Aditya Pradana Putra
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lahan pertanian di Kota Bandung menyusut 100 ha per tahun

Komentar