counter

Legislator: Pastikan pengungsi tidak kembali lagi ke jalan

Legislator: Pastikan pengungsi tidak kembali lagi ke jalan

Mobil patroli Satpol PP DKI Jakarta disiagakan di Jalan Kebon Siri, Jakarta Pusat, Jumat (12-7-2019). Petugas Satpol PP disiagakan di lokasi bekas para pengungsi dan pencari suaka pernah menginap di trotoar agar tidak kembali lagi. (Foto: Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Taufik memandang perlu ada penjagaan agar tidak ada lagi yang memilih kembali dan tinggal di bahu jalan setelah pemindahan ratusan pengungsi dan pencari suaka dari trotoar Kebon Sirih ke Kalideres, Jakarta Barat.

"Semua sudah dipindahkan kemarin (Kamis, red.) malam. Yang perlu dipastikan, jangan sampai ada yang kembali lagi ke jalanan," kata Taufik saat dihubungi ANTARA di Kantor DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jumat.

Menurut dia, persoalan suaka bukanlah urusan pemerintah daerah, pemindahan yang dilakukan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah atas dasar kemanusiaan.

Baca juga: Infeksi saluran pernapasan serang pengungsi suaka di Kalideres

Mereka para pengungsi, lanjut Taufik, saat ini ditaruh di tempat penampungan sementara milik pemda di Kalideres. Penampungan ini diupayakan sampai urusan suaka mereka selesai oleh pihak yang berwenang, yakni UNHCR.

"Bukan soal sampai kapannya. Kalau mau menampung, ditampunglah yang benar ini urusan kemanusiaan," kata politikus Gerindra itu.

Menurut Taufik, para pengungsi itu tidak akan selamanya tinggal di Indonesia. Mereka akan pindah juga.

Taufik mengatakan bahwa keberadaan mereka di trotoar menggangu keamanan dan ketertiban umum wilayah DKI Jakarta. Setiap hari jumlah mereka bertambah sedikit demi sedikit.

Pada hari pemindahan Kamis (11/7) malam jumlah pengungsi tersebut mencapai 998 orang yang awalnya dari tujuh orang, bertambah terus setelah ada rencana pemindahan.

"Makanya, itu soal lain, yang paling penting dijaga, saya lihat makin hari makin banyak. Jangan sampai kosong hari ini besok balik lagi. Ini yang harus diperhatikan, didata kemudian yang berwenang selesaikan itu (suaka)," kata Taufik.

Taufik mengatakan bahwa pemindahan ratusan pengungsi dan pencari suaka dari beberapa negara, seperti Sudan, Afganistan, Pakistan, dan Somalia tersebut adalah demi keamanan dan kenyamanan sesama umat manusia.

Sementara itu, di trotoar Jalan Kebon Sirih sudah terlihat rapi dan bersih kembali. Petugas Satpol PP terlihat berjaga-jaga di lokasi. Pengawasan ini dilakukan agar tidak ada lagi pengungsi yang menempati kembali bahu jalan.

Baca juga: Perjalanan panjang pengungsi di Kebon Sirih mencari keamanan

Agustinus, anggota Satpol PP Pemprov DKI Jakarta, menyebutkan penjagaan itu atas perintah Pemprov DKI Jakarta dengan mengerahkan petugas dari kecamatan dan kelurahan.

"Instruksi Pemprov, berjaga-jaga jangan ada yang balik lagi. Tadi pagi masih ada juga yang datang, dua sampai tiga orang, mereka melihat-lihat lokasi, mau tidak mau kami beritahukan semua sudah dipindahkan," kata Agustinus.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ratusan pengungsi dan pencari suaka di trotoar Kebon Sirih dipindahkan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD dan lembaga lainnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Mursadi mengatakan bahwa pemindahan para pengungsi dilakukan atas nama kemanusiaan. Adapun terkait dengan urusan suaka, itu urusan para pengungsi dengan UNHCR.

"Tidak boleh ada namanya orang tidur di pelataran, apalagi di daerah ring satu, daerah perkantoran," kata Pras.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gerindra tak ingin intervensi presiden soal KPK

Komentar