counter

Rekonstruksi penganiayaan di Pantai Ancol peragakan 18 adegan

Rekonstruksi penganiayaan di Pantai Ancol peragakan 18 adegan

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menjawab pertanyaan wartawan usai rekonstruksi kasus penganiayaan di Pantai Ancol, Jumat (12/7/2019). ANTARA/Fianda Rassat/aa

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 18 adegan diperagakan dalam rekonstruksi penganiayaan di Pantai Ancol yang berujung tewasnya seorang pemuda bernama Hilarius Ladja.

Penganiayaan oleh tersangka Jadri Pelamonia (27) dan Alfredo Arnando Huwae (30) diketahui terjadi pada Minggu (30/6) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Jumat, mengatakan 18 adegan tersebut dimulai dari kedatangan para tersangka dan korban serta teman-temannya, adegan penusukan sampai korban dipindahkan ke pinggir jalan dan kemudian ditinggalkan.

Budhi mengatakan adegan paling penting dalam rekonstruksi ini adalah adegan ke-13 dan 14. Adegan tersebut adalah awal dari penganiayaan yang berujung tewasnya Ladja.

"Pada adegan 13 dan 14 ada peran dari aktor intelektual dimana dia menyuruh melakukan kepada pelaku untuk melakukan penusukan terhadap korban," katanya.

Dia menilai rekonstruksi ini sangat membantu menguak apa yang terjadi dalam perkara ini. Hal itu tentunya akan sangat membantu para hakim di persidangan untuk menjatuhkan vonis.

"Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya rekonstruksi ini nanti majelis hakim maupun jaksa penuntut yang akan menyidangkan ada gambaran dengan jelas," tuturnya.

Budhi juga mengatakan tersangka maupun saksi dihadirkan sangat koperatif dan bisa menjalankan rekonstruksi maupun mengingat peristiwa ataupun kejadian, sehingga proses rekonstruksi berjalan lancar.

Polres Metro Jakarta Utara berhasil menangkap dua pelaku penusukan di Pantai Ancol pada pukul 01.00 WIB Minggu (30/6) yang menewaskan seorang pemuda bernama Hilarius Ladja.

Pelaku yang diketahui bernama Jadri Pelamonia ditangkap polisi di wilayah Jakarta Utara, sedangkan tersangka lain, Alfredo Arnando Huwae, digaruk polisi di tempat pelariannya di Kotabaru, Gondokusumo, Yogyakarta.

Baca juga: Polres Metro Jakut gelar rekonstruksi penganiayaan di Pantai Ancol
Baca juga: Polres Metro Jakarta Utara tangkap pelaku penusukan di Pantai Ancol


Kejadian berawal ketika korban dan pelaku serta beberapa rekan mereka sedang minum-minuman keras di Pantai Beach Pool Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu dini hari.

Ladja yang mabuk berat kemudian terlibat cekcok mulut dengan seorang rekannya yang turut menyinggung perasaan Huwae.

Huwae kemudian berkata kepada Pelamonia: "Ada bawa 'pena' gak? Kalau ada, coret." yang kemudian dijawab: "Ada," oleh JP sambil mengambil pisau di pinggangnya.

Pelamonia kemudian langsung mendatangi Ladja dan menusuk dia berkali-kali hingga korban ambruk bersimbah darah.

Ladja kemudian langsung dilarikan ke RS Sulianti Saroso, namun karena luka parah, korban dirujuk ke RSCM. Meski demikian Ladja akhirnya meregang nyawa akibat kehabisan darah.
Baca juga: Polisi kantongi identitas terduga pelaku penusukan di Ancol
Baca juga: Polisi periksa lima saksi peristiwa penusukan di Pantai Ancol

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabupaten PPU siap gantikan Jakarta sebagai Ibu Kota

Komentar